Loading...
CLOSE

Ukur Kemampuan Fisik Dasar Peserta Didik,  MIN 7 Tabalong Gelar Kebugaran Jasmani PKG

MIN 7 Tabalong – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Tabalong melaksanakan kegiatan Kebugaran Jasmani dalam rangka Penilaian Kinerja Guru (PKG) pada Sabtu, (29/11/25). Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta didik kelas 4–6 dengan rentang usia 10 hingga 12 tahun. Siswa kelas 4 yang belum berusia 10 tahun tidak diwajibkan mengikuti tes ini sesuai ketentuan pelaksanaan.

Tes kebugaran berupa lari 1.000 meter dilakukan dengan menggunakan area halaman madrasah sebagai lintasan. Para siswa berlari mengelilingi lapangan sebanyak 25 putaran yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana. Kegiatan ini menjadi bagian dari penilaian kebugaran jasmani yang bertujuan melihat kemampuan fisik dasar peserta didik.

Guru PJOK MIN 7 Tabalong, Fikri Hidayat, S.Pd, bertindak sebagai pendamping teknis pelaksanaan. Beliau memastikan seluruh prosedur kegiatan dijalankan sesuai aturan, mulai dari pengecekan usia peserta, instruksi pemanasan, hingga pengawasan selama tes berlangsung. Fikri juga menekankan pentingnya kesiapan siswa. “Anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu tidak kami wajibkan ikut. Keselamatan mereka tetap menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.

Pelaksanaan tes kebugaran sepenuhnya dikoordinasikan oleh Tim UPT Puskesmas Pugaan sebagai pelaksana PKG. Tim kesehatan tersebut hadir untuk melakukan pemantauan kesehatan peserta, mulai dari pengecekan kondisi awal, observasi selama kegiatan, hingga penanganan apabila terjadi keluhan seperti pusing, sesak, atau kelelahan berlebih. Kehadiran tenaga medis menjadi bagian utama dalam memastikan kegiatan berlangsung aman dan sesuai prosedur kesehatan.

Sebelum kegiatan dimulai, seluruh siswa diwajibkan memakai pakaian olahraga lengkap, menggunakan sepatu olahraga, sarapan terlebih dahulu, serta membawa air minum masing-masing. Ketentuan ini disampaikan agar siswa berada dalam kondisi siap dan terhindar dari risiko kelelahan saat berlari.

Kepala Madrasah MIN 7 Tabalong, Norhayani, S.Ag., M.M, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berjalan tertib dan terarah. Ia menekankan pentingnya kegiatan kebugaran bagi perkembangan peserta didik. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak mengikuti proses belajar dengan kondisi tubuh yang sehat. Tes kebugaran ini bukan untuk membandingkan kemampuan, tetapi untuk melihat kesiapan fisik mereka dalam menjalani kegiatan belajar,” tuturnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa kesehatan siswa menjadi prioritas madrasah. Menurutnya, kerja sama antara guru, siswa, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam mewujudkan pelaksanaan kegiatan yang aman dan bermanfaat. “Jika ada siswa yang tidak memungkinkan ikut karena kondisi kesehatan, itu tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah keselamatan dan kenyamanan mereka,” tambahnya. (Rep/Ft : Fikri)