Tanjung (MTsN 7 Tabalong) – Dalam rangka mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, sebanyak 3 orang staf Tata Usaha (TU) Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Tabalong menggelar sesi bimbingan teknis penggunaan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi), Selasa (13/01/26).
Aplikasi Srikandi merupakan terobosan nasional yang mengintegrasikan sistem persuratan dan kearsipan secara digital. Pelatihan ini bertujuan agar staf TU tidak lagi bergantung pada proses manual yang memakan waktu dan ruang penyimpanan fisik.
Siti Khadijah, S.Sos, Arsiparis pada Kantor Kemenag Kabupaten Tabalong selaku pembimbing dalam pembelajaran aplikasi Srikandi ini menyatakan bahwa penguasaan teknologi ini adalah kunci efisiensi kerja di masa depan. “Dengan Srikandi, birokrasi menjadi lebih ramping. Tidak ada lagi cerita surat tertumpuk di meja atau hilang, semua terekam secara sistematis di awan (cloud),” tuturnya.
Lebih lanjut Siti Khadijah mengatakan Aplikasi Srikandi merupakan aplikasi umum bidang kearsipan yang diluncurkan oleh pemerintah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Para staf TU MTsN 7 Tabalong tampak antusias mengikuti simulasi penginputan surat masuk dan keluar. Salah satu peserta, Jumaliah, S.Pd, mengungkapkan bahwa meskipun ada penyesuaian di awal, sistem ini sangat membantu meminimalisir risiko kehilangan dokumen fisik.
“Awalnya memang harus belajar alurnya lagi, tapi setelah dicoba, sistem ini sangat praktis. Kita tidak perlu lagi mengantar map fisik dari meja ke meja," kata Jumaliah.
Dengan penerapan aplikasi Srikandi ini, diharapkan MTsN 7 Tabalong dapat meningkatkan indeks reformasi birokrasi dan memberikan pelayanan administrasi yang lebih cepat serta ramah lingkungan karena meminimalisir penggunaan kertas (paperless).(Rep:Rz/Ft:Jm)
