Loading...
CLOSE

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran. Tenaga Pendidik Siap Terapkan KBC di Lingkungan Madrasah

MTsN 5 Tabalong — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah, Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) MTsN 5 Tabalong turut andil bagian pada “Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Tentang Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Pada Pembelajaran Di Madrasah Tahun 2026”. Kegiatan ini, dilaksanakan pada Rabu (14/01/2026), bertempat di Gedung Informasi Tabalong, Kompleks Kantor Bupati Tabalong.

Bimtek ini merupakan kegiatan pembinaan profesional yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional guru dan tenaga kependidikan dalam mengelola dan mengimplementasikan kurikulum secara efektif. Secara khusus, Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang, empati, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama dalam proses pembelajaran di madrasah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang humanis dan berkarakter.

Tujuan pelaksanaan Bimtek ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada guru dan tenaga kependidikan mengenai konsep, prinsip, serta strategi penerapan KBC dalam pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan administrasi pembelajaran, yang selaras dengan nilai-nilai KBC.

Bimtek ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Husain, S.Pd., M.Pd. dari Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menyampaikan materi tentang Petunjuk Teknis dalam Pengelolaan Kurikulum Madrasah, Peran Guru, Kepala, dan Pengawas Madrasah, serta Implementasinya dalam Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur madrasah dalam mewujudkan pembelajaran yang berlandaskan nilai cinta dan karakter.

“Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak dapat berjalan optimal tanpa kolaborasi yang kuat antara guru, kepala madrasah, dan pengawas. Seluruh unsur madrasah harus bersinergi agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai cinta, karakter, dan keteladanan kepada peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Hj. Septy Rovana, S.Pd., M.Pd., Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Banjarmasin, menyampaikan materi mengenai Panduan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah serta Praktik Penyusunan RPP dan Administrasi Pembelajaran. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga dibekali praktik langsung dalam menyusun perangkat pembelajaran yang aplikatif.

Wakamad Kurikulum MTsN 5 Tabalong, Wahyu Hidayat, S.Ag., mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi para pendidik, khususnya dalam memahami penerapan Kurikulum Berbasis Cinta secara menyeluruh di lingkungan madrasah. Ia berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai cinta di MTsN 5 Tabalong.

 

“Sebagai peserta, kami merasa sangat terbantu dengan adanya bimtek ini. Materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan tentang pengelolaan kurikulum, tetapi juga memberikan gambaran nyata bagaimana Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari di madrasah,” tuturnya.

Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan guru dan tenaga kependidikan MTsN 5 Tabalong mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.(Rep:Novi/Ft:Emi)