MTsN 5 Tabalong — Tim Kurikulum MTsN 5 Tabalong menyampaikan hasil mengikuti Zoom Meeting dalam rangka penyamaan persepsi terkait pelaksanaan pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M. penyampaian hasil rapat tersebut dilaksanakan pada Kamis (19/02/2026), di ruang guru MTsN 5 Tabalong, dan dihadiri oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan Madrasah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Zoom Meeting yang diikuti oleh seluruh Madrasah se-Kalimantan Selatan sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran selama bulan suci Ramadan.
Dalam rapat tersebut, salah satu Tim Kurikulum, Wahyu Hidayat, S.Ag., memaparkan berbagai poin penting yang diperoleh selama Zoom Meeting, khususnya terkait petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan pembelajaran selama bulan Ramadan. Beberapa hal yang disampaikan meliputi penyesuaian jadwal pembelajaran, penguatan kegiatan keagamaan, serta strategi pembelajaran yang tetap efektif dan kondusif selama bulan suci.
“Selama bulan Ramadan, jadwal pembelajaran akan disesuaikan dengan pengurangan durasi jam pelajaran tanpa mengurangi esensi materi yang disampaikan. Selain itu, madrasah juga akan memperkuat kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, kultum, salat berjamaah, serta pembiasaan amalan sunnah guna meningkatkan karakter religius siswa. Dalam pelaksanaannya, guru diharapkan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif dan kondusif, seperti penggunaan metode pembelajaran yang interaktif, penyesuaian beban tugas siswa, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan bermakna selama bulan suci Ramadan,” jelas beliau.
Berdasarkan hasil kesepakatan, MTsN 5 Tabalong mengambil tipe D, yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan satu hari kegiatan fullday yang diatur sesuai jadwal yang telah disusun oleh madrasah.
“MTsN 5 Tabalong mengambil tipe D, yaitu pelaksanaan pembelajaran selama bulan Ramadan dengan satu hari kegiatan fullday yang dilaksanakan di madrasah. Kegiatan tersebut diatur secara terencana dan sistematis sesuai jadwal yang telah disusun oleh madrasah, sehingga seluruh aktivitas pembelajaran, ibadah, dan pembinaan karakter siswa dapat berjalan optimal, terarah, serta selaras dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.” Tambah beliau.
Salah satu guru, Ardiansyah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembelajaran Ramadan. Setelah pelaksanaan salat Asar berjamaah, siswa akan mengikuti berbagai kegiatan yang bermanfaat, seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, serta pembinaan karakter hingga waktu berbuka puasa. Kegiatan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah sebelum siswa kembali ke rumah masing-masing.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun siswa memiliki waktu istirahat di siang hari dan guru sempat kembali ke rumah untuk melaksanakan aktivitas pribadi, seluruh guru diharapkan kembali ke madrasah sebelum waktu Asar untuk mendampingi siswa dalam kegiatan keagamaan. Kegiatan berjamaah ini menjadi bagian penting dari pembinaan karakter religius siswa, dengan adanya kegiatan lanjutan setelah salat Asar hingga Magrib yang disesuaikan dengan edaran pembelajaran Ramadan.
Siswa yang mengikuti kegiatan hingga berbuka puasa di madrasah merupakan siswa yang telah mendapatkan izin dari orang tua, yang dibuktikan melalui surat izin mengikuti Pesantren Ramadan hingga selesai salat Magrib. Hal ini dilakukan untuk memastikan dukungan dan persetujuan dari orang tua terhadap kegiatan yang diikuti oleh siswa.
Selain itu, madrasah juga memfasilitasi kegiatan pembayaran zakat oleh siswa di sekolah sebagai bagian dari pembelajaran nilai kepedulian sosial dan keagamaan. Dalam pelaksanaannya, madrasah memperhatikan pesan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar pengelolaan zakat dilakukan sesuai ketentuan, termasuk pengambilan bagian untuk badan amil yang tidak melebihi batas yang dianjurkan.
Tim Kurikulum juga menyampaikan bahwa madrasah telah menyiapkan buku panduan kegiatan Ramadan sebagai acuan bagi guru dan siswa. Buku panduan tersebut disusun mengacu pada petunjuk teknis yang telah diberikan, sehingga pelaksanaan kegiatan selama bulan Ramadan dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan ketentuan.
Penyampaian hasil rapat ini bertujuan agar seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dalam melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dengan adanya penyamaan persepsi ini, diharapkan pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan dapat berjalan dengan terarah, efektif, dan tetap mendukung pembentukan karakter religius peserta didik.
Tim Kurikulum MTsN 5 Tabalong menegaskan bahwa koordinasi dan komunikasi yang baik antar guru sangat penting untuk memastikan seluruh program pembelajaran selama Ramadan dapat terlaksana dengan optimal.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan selurug guru dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang sama dalam melaksanakan pembelajaran serta kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan. Dengan adanya penyampaian hasil rapat ini, diharapkan seluruh guru dapat mempersiapkan kegiatan pembelajaran dengan optimal dan mendukung pelaksanaan program Pesantren Ramadan di Madrasah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan pembelajaran selama bulan Ramadan di MTsN 5 Tabalong dapat berjalan dengan lancer, efektif dan kondusif, serta mampu memperkuat karakter religious kepada siswa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kedisiplinan, kebersamaan, serta meningkatkan kualitas ibadah siswa selama bulan suci Ramadan. (Ref/Ft:Novi)
