Tanjung (Kemenag Tabalong) – Dalam rangka memantapkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-50 Tingkat Kabupaten Tabalong, tim kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tabalong menggelar kegiatan pembinaan bagi panitia pelaksana, Rabu (5/11/25), bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Desa Masingai I Kecamatan Upau.
Kegiatan diikuti oleh seluruh seksi pelaksana, meliputi seksi administrasi dan kesekretariatan, seksi perhakiman, seksi akomodasi, seksi tamu, serta tim MC dan announcer. Fokus pembinaan diarahkan pada peningkatan kapasitas dan pemahaman teknis setiap seksi agar pelaksanaan MTQ nantinya berjalan dengan lebih baik, tertib, dan profesional.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.Kankemenag) Tabalong, H. Sahidul Bakhri, yang juga menjabat sebagai Ketua I LPTQ Tabalong memberikan arahan dan pembinaan teknis. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi lintas seksi agar setiap tugas dapat terlaksana dengan maksimal.
“MTQ bukan hanya ajang kompetisi seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga ajang kebersamaan, pengabdian, dan profesionalitas kita dalam melayani umat. Panitia harus kompak, komunikatif, dan siap bekerja sama,” ujar H. Sahidul.
“Dengan dukungan semua pihak, penyelenggaraan MTQ Kabupaten Tabalong diharapkan dapat berlangsung sukses, tertib, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat serta kafilah peserta dari seluruh kecamatan,” tambahnya.
Selain pembinaan teknis bagi masing-masing seksi, kegiatan juga diisi dengan pelatihan khusus bagi MC dan announcer, yang dipandu langsung oleh H. Syaifur Rafiq, salah satu pelatih serta pembawa acara berpengalaman di Tabalong.
Dalam sesi tersebut, H. Syaifur Rafiq memberikan pembekalan teori dan praktik mengenai tata cara pembawa acara dan announcer dalam kegiatan MTQ, mulai dari teknik vokal, pengaturan intonasi, ekspresi suara, hingga etika komunikasi di atas panggung. Ia juga menekankan pentingnya memahami konteks acara agar suasana kegiatan dapat dikendalikan dengan baik dan tetap sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
“MC dan announcer memiliki peran strategis dalam membangun suasana acara. Mereka bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga menjaga ritme, kehikmatan, dan keagungan jalannya MTQ. Karena itu, latihan praktik seperti ini sangat penting agar tampil dengan percaya diri dan tepat gaya,” jelas H. Syaifur Rafiq.
Sesi praktik berlangsung interaktif, di mana peserta mendapat koreksi dan saran langsung dari pelatih untuk memperbaiki teknik penyampaian. (Rep:Sry/Ft:Mukhlis)
