Loading...
CLOSE

Tim Efektif Media Sosial, Penyuluh Agama Tabalong Siap Berdakwah Digital

Tanjung (Kemenag Tabalong) — Dalam upaya meningkatkan kualitas penyampaian dakwah dan edukasi keagamaan kepada masyarakat, Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong membentuk Tim Efektif Media Sosial.

Kasi Bimas Islam Kemenag Tabalong, H. Akhmad Surkati, mengungkapkan langkah tersebut diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman, di mana masyarakat kini lebih banyak mengakses informasi melalui platform digital.

Pihaknya menyebutkan tim ini dibentuk untuk memastikan bahwa media sosial digunakan secara optimal oleh para penyuluh agama sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang edukatif, sejuk, dan mencerdaskan.

"Era digital ini menuntut kita semua untuk menyesuaikan diri. Dakwah tidak hanya disampaikan di masjid atau majelis taklim, tapi juga harus hadir di layar gawai masyarakat. Melalui tim ini, kita ingin memastikan bahwa penyuluh agama benar-benar aktif dan produktif di media sosial,” jelasnya, Selasa (01/07/25) saat digelarnya Rapat Koordinasi bersama Kepala KUA Kecamatan/Penghulu serta Penyuluh Agama PNS dan Non PNS.

Ia menambahkan bahwa para penyuluh agama Islam, baik PNS maupun Non-PNS, akan menjadi garda terdepan dalam mengisi ruang digital dengan konten-konten positif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Konten tersebut bisa berupa tulisan singkat, video dakwah, kultum, hingga infografis edukatif.

“Banyak tantangan di media sosial, mulai dari hoaks, ujaran kebencian, hingga konten negatif lainnya. Karena itu, penyuluh harus menjadi penyeimbang dengan menghadirkan dakwah yang mencerahkan, mendidik, dan menenangkan,” ujarnya.

Tim Efektivif Media Sosial ini, menurut Surkati, juga akan memantau dan mengevaluasi kinerja serta dampak konten dakwah yang disampaikan oleh para penyuluh. Evaluasi dilakukan secara berkala guna memastikan efektivitas penyampaian pesan serta meningkatkan kualitas penyuluhan secara digital.

Lebih lanjut, pihaknya mendorong agar para penyuluh memanfaatkan berbagai platform populer seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube, dengan tetap mengedepankan etika dakwah, bahasa yang santun, serta materi yang berbasis moderasi beragama.

"Konten yang disampaikan tidak perlu panjang, tapi harus tepat sasaran dan mudah dipahami. Penyuluh harus bisa mengemas pesan dakwah secara menarik, mengikuti tren, namun tidak meninggalkan substansi,” tutur Surkati.

Pihaknya mengungkapkan dalam waktu dekat, tim akan diberikan edukasi dan diberikan pembinaan skill  dalam membuat konten-konten menarik guna mendukung tugas dan tanggungjawabnya berdakwah secara digital.

Kasi Bimas Islam berharap, dengan terbentuknya tim ini, dakwah digital dari Tabalong dapat menjadi contoh positif bagi daerah lain. “Kita ingin penyuluh kita bukan hanya hadir di tengah masyarakat, tapi juga eksis di dunia maya sebagai pembawa cahaya ilmu dan nilai-nilai keislaman yang damai,” pungkasnya. (Rep/Ft:Sry)