MIN 4 Tabalong – Sebagai bagian menumbuhkan semangat cinta Rasul sejak usia dini, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Tabalong menggelar acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah pada hari Rabu (14/1/26). Kegiatan diawali dengan pembacaan syair maulid, diikuti Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama seluruh peserta didik dari kelas 1 – 6 bertempat di Masjid Miftahul Jannah Desa Kitang.
Mewakili kepala madrasah, Koordinator pendidikan Muhammad Muhaimin, S.Pd.I dalam sambutannya mengatakan peringatan Isra Mikraj ini merupakan kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk menambah kecintaan kita kepada Nabi serta mengingat kan peristiwa yang terjadi pada diri nabi Muhammad SAW.
“Mari kita simak penjelasan yang disampaikan penceramah, kita ambil pelajaran apa yang disampaikan dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab dalam kejadian Isra Mikraj ini banyak pelajaran bagi kita orang beriman,” ujar Muhaimin.
Muhaimin menambahkan jika di akhir acara nanti akan diadakan sesi kuis yang akan membahas apa yang disampaikan oleh penceramah. “Nanti kita akan adakan kuis siapa yang berhasil menjawab akan diberikan hadiah. Tentunya mereka yang mendengarkan dan menyimak saja yang akan bisa menjawabnya. Oleh itu mari kita dengarkan dengan seksama,” tambah kamad.
Ceramah agama atau tausiah seputar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW disampaikan ustadz Nawardi Abbas dari Haruai. Dalam ceramahnya mengajak semua yang hadir untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut dan mengamalkan pelajaran yang terdapat di dalamnya.
“Dalam Isra Mikraj saat Nabi Muhammad SAW dan malaikat Jibril AS naik ke langit pertama mereka mengucapkan salam dan mengetuk pintu dulu sebelum masuk, ini memberikan pelajaran bagi kita jika akan masuk ke rumah orang lain hendaknya mengucapkan salam dan mengetuk pintu. Jangan masuk sebelum mendapatkan ijin dari tuan rumah,” jelasnya.
Penceramah melanjutkan dalam peristiwa Isra Mikraj juga Nabi mendapatkan perintah salat lima waktu yang menjadi kewajiban bagi seluruh umatnya. Oleh itu ia mengingatkan semua agar jangan sampai meninggalkan kewajiban salat karena beratnya hukuman atau balasan bagi orang yang sengaja melalaikannya.
“Dalam peristiwa Isra Mikraj Nabi kita memperoleh perintah kewajiban melaksanakan salat sebanyak lima waktu dalam sehari semalam. Kewajiban ini berlaku bagi kita umat beliau hingga hari kiamat nanti. Oleh karena itu sebagai umat nabi maka kita jangan sampai meninggalkan salat, bukti kecintaan kita kepada nabi di antaranya mendirikan salat yang diperintahkan Allah kepada nabi dan umatnya,” jelasnya lagi. (Rep/Ft: Amiin)
