Tanjung (Kemenag Tabalong) - Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, H. Nabhan Fansuri, S.Ag., M.M., memimpin apel pagi rutin yang dilaksanakan di halaman Kantor Kemenag Tabalong.Kamis(9/10/25)
Dalam amanatnya, H. Nabhan menyampaikan sejumlah informasi penting terkait perkembangan persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M.
Dikatakannya peningkatan standar kesehatan jemaah menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan haji tahun mendatang. Hal ini mengacu pada kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi yang mewajibkan seluruh jemaah dalam kondisi kesehatan yang benar-benar prima sebelum diberangkatkan. Pemerintah Arab Saudi secara tegas menyatakan bahwa yang datang ke negara mereka adalah jemaah haji yang sehat, baik secara fisik maupun medis.
"Standar kesehatan jemaah tahun 1447H/2026M akan jauh lebih ketat. Oleh karena itu, kita harus benar-benar mempersiapkan jemaah secara menyeluruh, baik dari segi dokumen maupun kondisi fisik mereka," ujar H. Nabhan di hadapan peserta apel.
Beliau menjelaskan bahwa tidak hanya riwayat penyakit kronis yang akan diperhatikan, tetapi juga kondisi kebugaran secara menyeluruh, termasuk fungsi paru-paru, jantung, tekanan darah, dan daya tahan tubuh secara umum.
“Dengan standar kesehatan yang semakin ketat, kami menegaskan pentingnya bagi jemaah untuk mulai menjaga kondisi fisik dan kesehatan sejak sekarang,” tegas Kasi PHU, H. Nabhan Fansuri.
"Jemaah tidak hanya harus sehat di atas kertas. Mereka juga harus memiliki stamina yang cukup untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang berat dan padat aktivitas. Ini adalah ibadah fisik, jadi kebugaran menjadi syarat penting," tambahnya.
Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong telah mulai meminta data jemaah untuk proses pemetaan kesehatan awal dan persiapan tes kebugaran. Tes ini akan menjadi dasar penilaian awal terhadap kemampuan fisik jemaah dalam menghadapi pelaksanaan ibadah haji.
"Kami sudah diminta untuk segera menyetorkan data lengkap jemaah, karena Dinkes akan melakukan screening lebih awal. Ini bagian dari sistem penapisan yang lebih ketat untuk memastikan keselamatan jemaah selama di tanah suci," jelasnya.
Selain masalah kesehatan, H. Nabhan juga mengatakan mengenai pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus segera dilakukan. Ia mengingatkan bahwa berdasarkan timeline dari Pemerintah Arab Saudi, pelunasan Bipih tahun 1447 H akan dilakukan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu paling lambat bulan Desember 2025.
"Ini adalah hal yang sangat penting. Jangan sampai kita kehilangan kuota hanya karena kelalaian dalam mengikuti jadwal pelunasan. Kami minta seluruh petugas pendamping dan pembimbing haji untuk turut menyosialisasikan hal ini ke jemaah," tegasnya.
Menutup arahannya, H. Nabhan menyampaikan harapan agar seluruh proses penyelenggaraan haji tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan tanpa kendala berarti. Ia juga berharap semua jemaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelapangan rezeki sehingga dapat menunaikan ibadah haji dengan khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
"Semoga semua tahapan berjalan dengan baik dan seluruh jemaah haji Tabalong tahun 2026 dapat berangkat dengan lancar, sehat, dan selamat, serta kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur," pungkasnya.(Rep:Ela/Ft:Halim)
