MTsN 7 Tabalong – Mengawali hari pertama masuk sekolah di tengah suasana bulan suci Ramadan, MTsN 7 Tabalong menggelar kegiatan religius yang menyejukkan. Seluruh siswa dan dewan guru berkumpul di aula madrasah untuk mengikuti Tausiah Pagi sebagai pembuka kegiatan belajar mengajar (KBM), Senin (23/02/26) pagi.
Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan di madrasah tidak surut.
Menuntut ilmu di bulan Ramadan memiliki pahala yang berlipat ganda. Setiap langkah kaki kalian menuju madrasah ini dihitung sebagai langkah jihad di jalan Allah.
“Mari kita jadikan Ramadan tahun ini bukan sekadar rutinitas menahan lapar, tapi sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih sopan, lebih rajin, dan lebih bertakwa. Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT,” ujar H. Sahran saat menyampaikan tausiah pagi.
Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa rasa lapar dan haus selama puasa seharusnya menjadi penguat disiplin, bukan alasan untuk bermalas-malasan di kelas.
Penceramah juga menyampaikan bahwa keutamaan menuntut ilmu di bulan puasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda bagi siswa yang bersungguh-sungguh.
“Puasa juga menjaga lisan dan hati, mengingatkan siswa agar tidak hanya menahan lapar, tapi juga menjaga perilaku dari hal-hal negatif,” tambahnya.
Selama bulan ramadan ini para siswa juga harus bisa mengimbangi antara tugas sekolah, tadarus Al-Qur'an, dan istirahat.
Kepala MTsN 7 Tabalong menyatakan bahwa selama bulan Ramadan, kurikulum sekolah mengalami sedikit penyesuaian dengan porsi kegiatan keagamaan yang lebih besar.
“Kami ingin hari pertama ini memberikan kesan bahwa sekolah adalah tempat yang nyaman untuk meningkatkan takwa. Tausiah pagi ini adalah suplemen spiritual agar siswa tetap fokus meski sedang berpuasa,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa bersama dan tadarus singkat. Setelah itu, para siswa masuk ke kelas masing-masing dengan tertib untuk melanjutkan jadwal pelajaran yang telah dipadatkan selama bulan Ramadan.(Rep:Rz/Ft:Mrdn)
