MIN 4 Tabalong – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Tabalong, Rina Hidayati, S.Ag, mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) se Tabalong yang dilaksanakan di MI IT An Nahl pada hari Selasa (10/2/26). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala MI se-Kabupaten Tabalong sebagai upaya menyamakan persepsi dan meningkatkan mutu pengelolaan madrasah.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Tabalong Ma’mun Bakhtiar, S.T. yang membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pembelajaran di madrasah. Menurutnya, KBC menjadi pendekatan strategis untuk membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berempati, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi, sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama.
“Kita ingin melahirkan generasi madrasah yang memiliki karakter berakhlak mulia, berempati, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi, sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama. Semua itu bisa kita bentuk melalui KBC ini,” ujar Kasi Penmad.
Ia menambahkan penjelasan tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini sedang dan mulai diterapkan kepada madrasah di Indonesia. Ia mengatakan KBC sebagai bentuk komitmen nyata Kemenag kepada madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang toleran, aman, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
“KBC ini adalah inisiatif Kemenag untuk mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian dalam proses pendidikan di madrasah, dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis dan inklusif. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tidak menggantikan kurikulum yang sudah ada, melainkan menjadi pendekatan pengayaan yang memberikan ruh cinta pada proses pembelajaran,” tambahnya.
Ma’mun kembali menjelaskan tujuan diterapkannya KBC dimadrasah sangat sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini yaitu : menciptakan madrasah ramah anak, mengembangkan potensi siswa secara holistik, menanamkan nilai-nilai luhur, membangun karakter siswa, dan mendorong transformasi pola pikir.
“Menciptakan Madrasah Ramah Anak: Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Mengembangkan potensi siswa secara holistik: Tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual. Menanamkan nilai-nilai luhur: Cinta kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, negara, dan ilmu pengetahuan. Membangun karakter siswa: Berakhlak mulia, toleran, dan memiliki kepedulian sosial. Mendorong transformasi pola pikir: Bisnis atau pekerjaan dilakukan dengan tujuan mulia, tidak hanya berorientasi pada profit” jelasnya lagi.
Selain itu, Pokjawas Madrasah Kabupaten Tabalong, Ahmad Zarkasi, S.Ag, turut memberikan arahan terkait peningkatan kualitas madrasah. Ia menyampaikan rencana pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) ke madrasah-madrasah dalam waktu dekat. Kegiatan monev tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program madrasah berjalan sesuai dengan ketentuan serta mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh kepala madrasah, termasuk MIN 4 Tabalong, dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta siap melaksanakan kebijakan dan program Kementerian Agama demi kemajuan pendidikan madrasah di Kabupaten Tabalong.
Kepala MIN 4 Tabalong Rina Hidayati menegaskan mendukung dan melaksanakan setiap arahan yang disampaikan untuk menyamakan persepsi dan dalam upaya meningkatkan mutu pengelolaan madrasah.
“Kita akan selalu mendukung semua kebijakan dari Kementerian Agama, untuk KBC ini kita akan siapkan baik lingkungan maupun warga madrasah dalam menjalankan dan menerapkannya nanti jika memang telah dilaksanakan kepada semua madrasah” ujar Rina Hidayati. (Rep: Amiin/Ft: Rina)
