MIN 4 Tabalong – Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Tabalong Ma’mun Bakhtiar, ST meminta madrasah di Tabalong untuk memberikan dukungan dan terus berupaya mengembangkan setiap potensi yang dimiliki oleh peserta didiknya.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) se-Tabalong yang diselenggarakan di MIS Nurul Hidayah Tamunti kecamatan Pugaan, Sabtu (18/10/25).
“Kami harapkan kepala Madrasah terus mendukung dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didiknya. Seperti saat ini kita di Tabalong satu peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah berhasil menjadi juara Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat provinsi Kalimantan Selatan dan berhak menjadi perwakilan Kalsel di tingkat nasional,” ujar Ma’mun.
Dilanjutkannya setiap anak mempunyai potensi dan bakat yang beragam tinggal madrasah yang meberikan ruang dan dukungan untuk anak mengembangkan potensi yang dimilikinya. Guru akan sangat berperan penting dalam membantu anak mengenali bakat mereka dan mengembangkannya.
“Dalam hal ini juga guru akan sangat membantu sekali bagi anak dalam mengenali potensi bakan yang mereka miliki. Dukungan dan bantuan bagi mereka mengembangkan hal tersebut dan tentunya juga tetap kerja sama dari pihak orang tua atau keluarga anak,” tambahnya.
Dalam agenda Rakor hari itu juga dibahas tentang persiapan pelaksanakaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Berdasarkan diskusi yang cukup antara semua anggota yang hadir disepakati pelaksanaan ASAS jenjang MI dilaksanakan pada minggu pertama bulan Desember 2025.
Ketua KKMI Tabalong H. Abdul Hadi, S.Pd.I menjelaskan kesepakatan waktu pelaksanaan ASAS untuk jenjang MI untuk keseragaman dalam pelaksanaan nanti.
“Untuk waktu pelaksanaan kita tetapkan waktunya serentak agar semua MI seragam, tidak ada yang duluan atau yang tertinggal sehingga memudahkan kita dalam membuat dan menyusun jadwal. Tentunya ini juga menjadikan kita tetap kompak dalam pelaksanaannya,” ujar Abdul Hadi.
Ditambahkannya untuk pelaksanaan ASAS di madrasah agar bisa menggunakan aplikasi ujian yang telah terbukti memberikan banyak kemudahan dibandingkan dengan moda kertas pensil. Efisiensi waktu baik saat pelaksanaan maupun pemeriksaan hasil serta menghemat pengunaan kertas dan tinta printer.
“Diantara keunggulan penggunaan moda daring sangat efisien waktu persiapan, pelaksanaan dan pemeriksaan hasil ujian oleh guru, selain itu hemat kertas dan tinta karena tidak ada percetakan soal ujian. Kita harus mampu memberikan pengalaman yang menjadi modal keterampilan bagi peserta didik nantinya. Dalam hal pelaksanaan ujian madrasah secara daring menggunakan aplikasi tentunya akan memberikan keterampilan anak mengenal kemajuan teknologi yang kita tahu saat ini hampir semua menggunakan teknologi,” tambahnya. (Rep/Ft: Amiin)
