MIS Plus Ash Shiratal Mustaqim - Sebanyak 56 siswa mengikuti kegiatan Pra Munaqasyah Tartil dan Tahfidz Al-Qur’an Metode Ummi yang dilaksanakan sebagai tahapan evaluasi kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan peserta sebelum mengikuti munaqasyah resmi. Kepala madrasah, Mukhlis Abdi, M.Ed., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan lembaga dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur’an (06/02/26).
Mukhlis menegaskan bahwa Pra Munaqasyah bukan sekadar ujian, tetapi proses pembinaan. “Kegiatan ini menjadi sarana melihat sejauh mana kemampuan tartil dan hafalan anak-anak. Kami ingin memastikan mereka benar-benar siap, baik dari segi bacaan, adab, maupun mental,” ujarnya.
Koordinator kegiatan, Ustadzah Rahmatur Ridha, S.Pd., menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses pembelajaran bertahap. “Anak-anak yang mengikuti Pra Munaqasyah ini sudah melewati target jilid dan tahapan hafalan sesuai standar Metode Ummi. Kegiatan ini menjadi tahap penyaring sebelum masuk munaqasyah utama,” jelasnya.
Ketua kegiatan, Ustadzah Wahdah, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pra Munaqasyah dilakukan dengan penilaian yang terarah. “Kami berusaha menciptakan suasana yang tertib namun tetap menenangkan bagi anak-anak, agar mereka bisa menunjukkan kemampuan terbaik dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an,” ungkapnya.
Mukhlis kembali menyampaikan apresiasi atas kesungguhan peserta didik. “Kami bangga melihat semangat anak-anak dalam mempersiapkan diri. Ini menunjukkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an yang terus tumbuh,” tuturnya.
Perwakilan peserta, Yasmin, mengungkapkan perasaannya mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang bisa ikut Pra Munaqasyah ini. Walaupun sempat gugup, saya jadi lebih semangat mengulang hafalan dan memperbaiki bacaan,” katanya.
Di akhir kegiatan, Ustadzah Rahmatur Ridha berharap seluruh peserta dapat melanjutkan ke tahap berikutnya dengan baik. “Semoga anak-anak diberikan kemudahan saat munaqasyah nanti dan terus menjaga semangat belajar Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
(Rep/Fet: Riduan)
