MTsN 10 Tabalong — Sebagai langkah konkret dalam meningkatkan mutu pendidik, sejumlah guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tabalong mengikuti simulasi Ujian Pengetahuan (UP) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Kementerian Agama Batch 4. Kegiatan yang dipusatkan di ruang Tata Usaha madrasah ini berlangsung secara daring pada Kamis (19/02/2026).
Simulasi ini dirancang untuk membekali para peserta agar lebih familiar dengan sistem ujian yang sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, guru-guru tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga dilatih dalam aspek teknis dan ketahanan mental guna menghadapi ujian resmi yang dijadwalkan pada minggu mendatang.
Dalam pelaksanaannya, peserta dihadapkan pada tantangan pengerjaan 65 soal pilihan ganda dalam durasi 120 menit, serta pendalaman studi kasus selama 30 menit. Fokus dan konsentrasi tinggi mewarnai ruangan, menunjukkan kesungguhan para pendidik dalam mengejar standar profesionalisme yang ditetapkan pemerintah.
Vifty Octanatlia dari UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, selaku pemandu kegiatan, menekankan bahwa kunci keberhasilan ujian ini terletak pada penguasaan materi dan manajemen waktu yang presisi.
“Simulasi ini adalah sarana penguatan. Kami ingin para peserta tidak hanya memahami struktur soal, tetapi juga mampu mengelola waktu dengan cerdas. Dengan kesiapan yang matang, kepercayaan diri akan muncul dengan sendirinya,” ujar Vifty saat memberikan arahan melalui Zoom.
Pengalaman nyata tersebut dirasakan langsung oleh salah satu peserta, Nor Afrida Riani, S.Pd. Ia mengaku simulasi ini memberikan gambaran jernih mengenai kompleksitas soal yang akan dihadapi.
“Uji coba ini sangat membantu kami mengukur kemampuan diri. Kami jadi lebih terlatih dalam menganalisis studi kasus secara sistematis dalam waktu yang terbatas,” tuturnya dengan nada optimis.
Upaya peningkatan kompetensi ini mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen madrasah. Kepala MTsN 10 Tabalong, H. Juhrani, S.Ag., M.M., hadir memantau langsung dan memberikan apresiasi atas dedikasi para bawahannya yang terus berupaya meng-upgrade kapasitas diri di tengah kesibukan mengajar.
Sebagai penutup, H. Juhrani menyampaikan harapan besar agar proses ini menjadi batu loncatan bagi kemajuan kualitas pendidikan di madrasah yang dipimpinnya.
“Kami berharap seluruh guru dapat melalui Ujian Pengetahuan ini dengan hasil yang memuaskan. Jadikan momentum PPG ini bukan sekadar untuk mengejar sertifikasi, melainkan sebagai ikhtiar tulus untuk memberikan pengabdian terbaik. Semoga ilmu dan kompetensi baru yang diperoleh nantinya mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan inspiratif bagi seluruh peserta didik kami,” pungkasnya.
