Loading...
CLOSE

Perkuat Karakter Melalui Tausyiah, Kepala TU MTsN 10 Tabalong Bahas Rahasia Kewibawaan Hati

MTsN 10 Tabalong – Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tabalong menggelar kegiatan tausyiah rutin untuk membina karakter dan rohani bagi seluruh warga madrasah. Agenda yang berlangsung khidmat pada Jumat (13/02/2026) ini menghadirkan Kepala Tata Usaha, H. M. Kamtari, S.S., sebagai pembicara utama yang mengangkat tema inspiratif: "Wibawa yang Lahir dari Langit".

Kegiatan ini bertujuan memberikan siraman rohani bagi guru dan siswa di sela rutinitas belajar. Dalam pemaparannya, Kamtari menjelaskan bahwa daya tarik atau kewibawaan sejati seseorang tidaklah berasal dari harta, jabatan, atau penampilan fisik semata, melainkan terpancar dari hati yang selalu ingat kepada Tuhan.

Kamtari menekankan bahwa kebiasaan mengingat Tuhan (dzikir) adalah kunci utama untuk mendapatkan ketenangan jiwa. Ia menggambarkan kebiasaan baik ini seperti "pakaian cahaya" yang memberikan rasa teduh bagi siapa saja yang melihatnya, “Wibawa yang tulus tidak bisa dibuat-buat dengan pencitraan. Ia adalah hadiah dari Tuhan. Ketika seseorang menghidupkan hatinya dengan banyak bersyukur dan mengingat Allah, maka Allah akan menanamkan rasa hormat dan kasih sayang ke dalam hati orang lain terhadapnya,” jelas Kamtari dengan tutur kata yang menyejukkan.

Ia menambahkan bahwa ketenangan batin ini akan terlihat dari wajah yang berseri dan sikap yang sabar, sehingga seseorang tidak mudah marah atau gelisah dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan.

Meski tidak berada di lokasi karena agenda dinas, Kepala MTsN 10 Tabalong, H. Juhrani, S.Ag., M.M., tetap memberikan perhatian penuh. Beliau memantau jalannya acara dari awal hingga akhir melalui siaran langsung di media sosial TikTok resmi madrasah.

H. Juhrani mengapresiasi penggunaan teknologi ini sebagai sarana untuk menyebarkan pesan kebaikan. Beliau berharap nasihat yang disampaikan dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang rukun, jujur, dan berakhlak mulia.

Setelah sesi nasehat agama selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan rutinan makan bersama. Kegiatan ditutup secara khidmat dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wawan Ariadi, siswa kelas IX. Kesempatan ini diberikan pihak madrasah untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri siswa dalam memimpin doa di hadapan orang banyak.

“Kami sangat bersyukur atas ilmu yang didapat hari ini. Semoga doa yang kami panjatkan menjadi jalan agar hati kami selalu tenang dalam menuntut ilmu, baik saat di madrasah maupun ketika nanti kembali ke masyarakat,” ungkap Wawan dengan penuh harapan.

 

Rep/Ft: Humas