MTsN 4 Tabalong - Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Tabalong mengikuti kegiatan pengambilan nilai mata pelajaran muatan lokal (mulok) keagamaan sebagai upaya memperkuat hafalan serta pemahaman materi keagamaan, Rabu (28/1/26) bertempat diruang kelas.
Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas IX sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak madrasah. Pengambilan nilai tersebut bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik dalam bidang keagamaan, baik dari aspek hafalan, bacaan, maupun pemahaman materi yang telah dipelajari selama proses pembelajaran. Selain sebagai bentuk evaluasi akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter religius siswa.
Guru Mulok Keagamaan MTsN 4 Tabalong Hadiyani Rahim Hamdie, S. Pd. I, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh agar kemampuan siswa dapat terpantau dengan baik. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menilai hafalan, tetapi juga ketepatan bacaan serta pemahaman isi materi keagamaan yang telah diajarkan.
Hadiyani berharap melalui kegiatan ini siswa semakin termotivasi untuk menjaga hafalan, memperbaiki bacaan, serta lebih memahami makna dari materi keagamaan yang dipelajari. “Semoga anak-anak tidak hanya fokus saat penilaian saja, tetapi juga terus mengulang hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kepala MTsN 4 Tabalong, M. Yusuf, S. Pd. I, M. Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan. Ia menegaskan bahwa kemampuan keagamaan siswa harus berjalan seiring dengan prestasi akademik lainnya.
“Kami ingin lulusan MTsN 4 Tabalong memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan penguatan iman serta akhlak. Kegiatan mulok keagamaan seperti ini menjadi salah satu upaya nyata untuk mewujudkannya,” tuturnya.
Yusuf menambahkan bahwa dengan adanya pengambilan nilai ini, madrasah dapat memantau perkembangan kemampuan siswa sekaligus memberikan bimbingan lanjutan bagi yang masih memerlukan pendampingan. “Diharapkan siswa tidak hanya mampu memenuhi target akademik, tetapi juga semakin terbiasa mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah,” imbuhnya.
Salah satu siswa yang mengikuti setoran hafalan, M. Ramadhani, mengaku kegiatan tersebut membuatnya lebih disiplin dalam mengulang pelajaran. Ia merasa terdorong untuk menyiapkan hafalan dengan lebih baik sebelum penilaian. “Dengan adanya setoran hafalan, saya jadi lebih rajin murajaah di rumah supaya saat dinilai bisa lancar,” katanya.
Pelaksanaan penilaian dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan materi, seperti setoran hafalan, praktik bacaan, serta tanya jawab terkait pemahaman isi pelajaran. Kegiatan berlangsung tertib dan siswa mengikuti dengan serius serta penuh tanggung jawab. (Rep:Dyah/Ft:Yadi)
