Loading...
CLOSE

Penerapan Eko Teologi, Kepala Madrasah Dorong Lingkungan MAN 3 Tabalong Semakin Hijau dan Berkelanjutan

MAN 3 Tabalong – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tabalong, Drs. H. Suberiani, M.Pd., secara konsisten mendorong penerapan konsep Eko Teologi di lingkungan MAN 3 Tabalong sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan yang terintegrasi dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (11/2/26) di lingkungan madrasah dan diikuti oleh seluruh unsur warga madrasah.

Dalam arahannya, Suberiani menegaskan bahwa Eko Teologi merupakan pendekatan keagamaan yang menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi dengan tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan. Oleh karena itu, madrasah sebagai lembaga pendidikan dan pusat pembinaan keagamaan memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran ekologis sejak dini kepada peserta didik.

Sebagai bentuk implementasi nyata, Kepala Madrasah menginstruksikan agar setiap ruang kelas, halaman madrasah, sudut-sudut strategis, hingga area pelayanan publik dihiasi dengan tanaman hidup. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang asri, sehat, dan nyaman, sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan yang aplikatif bagi peserta didik.

“Eko Teologi mengajarkan bahwa menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Dengan menghadirkan tanaman hidup di lingkungan madrasah, kita tidak hanya memperindah ruang, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap ciptaan-Nya,” ujar Suberiani.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penerapan Eko Teologi juga sejalan dengan upaya pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam menumbuhkan sikap disiplin, peduli lingkungan, serta kesadaran akan pentingnya keberlanjutan alam. Lingkungan madrasah yang hijau dan tertata dengan baik diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap kenyamanan belajar dan kesehatan psikologis warga madrasah.

Selain itu, Suberiani menekankan pentingnya keterlibatan seluruh warga madrasah, mulai dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, hingga masyarakat sekitar, dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan madrasah. Menurutnya, keberhasilan penerapan Eko Teologi tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen dan kerja sama kolektif.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Yarni, S.Pd.I., Gr., menyampaikan bahwa penerapan Eko Teologi dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di berbagai mata pelajaran. Konsep kepedulian lingkungan dapat dikaitkan dengan materi keagamaan, sains, maupun sosial, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik.

“MAN 3 Tabalong memiliki peluang besar untuk menjadi role model penerapan Eko Teologi di lingkungan madrasah. Dengan mengintegrasikan nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan dalam kurikulum dan budaya madrasah, kami berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi,” ungkap Yarni.

(Rep:Awi/Ft:Aldi