Loading...
CLOSE

Pendidik MAN 1 Tabalong Tingkatkan Pemahaman Nilai Kebangsaan di Era Teknologi

 

MAN 1 Tabalong - Sebagai bagian dari upaya memperkuat tugas pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pendidikan wawasan kebangsaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan, guru-tenaga pendidik dari MAN 1 Tabalong, yaitu Sapura, S.Pd.I. dan Akhmad Rifandi, S.Pd., mengikuti seminar berjudul “Peran Tenaga Pendidik dalam Menanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan di Era Digital dan Optimalisasi Peran Guru sebagai Teladan Nilai-Nilai Kebhinekaan dan Persatuan Bangsa”, yang diselenggarakan di Gedung TEFA SMKN 1 Murung Pudak. Kamis (6/11/25)

Seminar yang dihadiri oleh guru/tenaga pendidik ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang tantangan dan peluang pendidikan kebangsaan di tengah era digital, serta menguatkan posisi guru sebagai teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dan persatuan bangsa.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan, Heriansyah, menyampaikan bahwa “pendidikan wawasan kebangsaan bukan hanya sebuah kegiatan administratif, tetapi harus menjadi bagian hidup sehari-hari, terutama di kalangan pendidik yang menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Sapura sebagai salah satu guru peserta seminar, mengatakan, “Saya menyadari bahwa era digital membawa peluang besar namun juga tantangan dalam menanamkan nilai kebangsaan. Melalui seminar ini, saya berharap bisa menjadi teladan yang mampu memanfaatkan teknologi tanpa mengesampingkan semangat persatuan dan kebhinekaan.” Pernyataan beliau menggambarkan komitmen guru dalam menyesuaikan strategi pembelajaran dengan konteks zaman.

Sementara itu, Plt. Kepala MAN 1 Tabalong, Drs. H.M. Rizali Hadi, menegaskan bahwa sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini: “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengokohkan peran guru sebagai agen perubahan, terutama di komunitas madrasah kami yang berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki jiwa kebangsaan,” pungkasnya.

“Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan para guru mampu memainkan peran ganda: sebagai pendidik yang menguasai teknologi dan sebagai teladan nilai-nilai kebangsaan di sekolah dan masyarakat. Ini selaras dengan amanat Peraturan Mendagri Nomor 71/2012 yang mengamanatkan penguatan pendidikan wawasan kebangsaan di semua jenjang dan institusi Pendidikan,” tambah Rizali.

Seminar tersebut juga menghadirkan sesi-sesi diskusi yang memungkinkan para guru bertukar pengalaman dan strategi tentang bagaimana mengintegrasikan nilai kebangsaan—seperti persatuan, toleransi, dan cinta tanah air—ke dalam pembelajaran digital dan aktivitas sehari-hari sekolah. Keterlibatan aktif guru dalam dialog ini diharapkan memperkuat efektivitas implementasi di lapangan. (Rep: Ida/Ft:Humas)