MIN 4 Tabalong – Guru MIN 4 Tabalong Hj. Masyithah, S.Ag yang bertindak sebagai pembina pada pelaksanaan upacara bendera Senin (19/1/26) memberikan amanat tentang pelaksanaan pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah sebagai bagian dari upaya strategis dalam memajukan kualitas pendidikan.
Dalam amanatnya, pembina upacara menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang mengedepankan nilai kasih sayang, empati, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, berkepribadian baik, serta memiliki kepekaan sosial.
“Melalui kurikulum berbasis cinta, guru diharapkan dapat menghadirkan proses pembelajaran yang humanis, menyenangkan, dan memotivasi peserta didik. Dengan demikian, suasana belajar menjadi lebih positif dan kondusif,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Lebih lanjut disampaikan, penerapan kurikulum berbasis cinta sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan inklusif. Guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga madrasah diharapkan mampu menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan KBC semua kegiatan di madrasah menghasilkan pengalaman yang lebih membekas bukan hanya pengetahuan tetapi kita amalkan dalam setiap tingkah laku baik perkataan maupun perbuatan kita sehari-hari,” tambahnya.
Pembina upacara juga mengajak seluruh peserta didik untuk menumbuhkan semangat belajar, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Ia berharap, dengan penerapan kurikulum berbasis cinta secara konsisten, madrasah dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual, sehingga mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
“Kembali diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan madrasah, buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Jangan merusak benda milik madrasah seperti mencoret meja kursi, dinding kelas sebab madrasah ini adalah milik bersama dan kewajiban kita lah menjaga dan memeliharanya bukan malah merusaknya” pungkasnya.
Setelah selesai upacara bendera diakhiri kegiatan bersalaman dan tekad seluruh warga madrasah untuk mendukung pelaksanaan kurikulum berbasis cinta demi terwujudnya pendidikan yang lebih bermakna dan berkemajuan. (Rep: Amiin/Ft: Faisal)
