Loading...
CLOSE

Padukan Olahraga dan Edukasi Budaya, Siswa MTsN 10 Tabalong Senam di Situs Rumah Adat Banjar

 

MTsN 10 Tabalong – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tabalong mengalihkan pelaksanaan senam pagi ke kawasan situs budaya Rumah Bubungan Tinggi pada Sabtu (07/02/2026). Kebijakan ini diambil sebagai langkah penyesuaian agar program kebugaran jasmani tetap terlaksana di tengah proses rehabilitasi lapangan utama madrasah.

Seluruh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menempuh perjalanan menuju lokasi dengan berjalan kaki dan lari santai (jogging). Aktivitas ini dimulai dari lingkungan madrasah menuju situs rumah adat tersebut sebagai upaya penguatan stamina dan pemanasan fisik bagi para peserta.

Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) MTsN 10 Tabalong, Abdul Khair, S.Pd., menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas olahraga internal tidak menjadi penghambat bagi pembinaan kebugaran siswa. Menurutnya, rute perjalanan menuju lokasi dimanfaatkan secara efektif untuk melatih daya tahan fisik.

“Senam pagi merupakan kegiatan pembiasaan yang krusial bagi kesehatan peserta didik. Meskipun lapangan sedang dalam masa renovasi, kami tetap mengupayakan agar kebugaran mereka terjaga melalui pemanfaatan lokasi alternatif. Aktivitas jogging menuju lokasi sekaligus menjadi sarana pemanasan yang efektif,” jelas Khair.

Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan, Irham Fikri, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pemilihan Rumah Bubungan Tinggi bertujuan untuk memberikan nilai edukasi tambahan sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap pelestarian warisan budaya daerah.

“Pengalihan lokasi ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya Banjar secara langsung. Kami berupaya membentuk karakter siswa yang sehat secara fisik dan memiliki kebanggaan terhadap kearifan lokal. Hal ini selaras dengan upaya madrasah dalam memberikan pembelajaran bermakna di luar ruang kelas,” ungkap Irham.

Pelaksanaan senam pagi di lingkungan terbuka memberikan suasana baru bagi peserta didik. Virda Ayuningtyas, siswi kelas VII, menyatakan bahwa kegiatan olahraga kali ini memberikan kesan positif karena dilaksanakan di area yang memiliki nilai sejarah.

“Kegiatan senam menjadi lebih inspiratif karena dilaksanakan di area Rumah Adat Banjar. Perjalanan dengan lari santai bersama rekan-rekan memberikan semangat tambahan, sehingga esensi dari olahraga kebugaran ini tetap terasa meski dilakukan di luar lingkungan sekolah,” pungkas Virda.

 

Rep/Ft: Humas