Loading...
CLOSE

MTsN 10 Tabalong Terapkan Pembinaan Baca Al-Qur'an bagi Siswi yang Terlambat

 

MTsN 10 Tabalong — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tabalong menerapkan langkah mendidik dalam menjaga kedisiplinan siswa. Sebagai bentuk teguran yang bermanfaat, sejumlah siswi yang datang terlambat diarahkan untuk membaca Al-Qur'an sebanyak satu juz sebelum diizinkan masuk ke dalam kelas, Kamis (06/02/2026).

Kejadian ini bermula saat Guru Piket, Aulia Wati, S.Pd., mendapati tiga siswi terlambat masuk ke lingkungan madrasah saat jam pelajaran pertama dimulai. Para siswi tersebut kemudian diberikan pembinaan langsung oleh Wakamad Bidang Kesiswaan, Irham Fikri, S.Pd.I., bersama guru piket yang bertugas.

Wakamad Kesiswaan, Irham Fikri, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan agar siswa lebih menghargai waktu. Menurutnya, disiplin adalah bagian dari karakter yang harus dibentuk melalui cara yang positif dan bernilai ibadah, “Kami ingin para siswa sadar bahwa waktu sangat berharga. Dengan membaca Al-Qur'an, siswa yang terlambat diharapkan bisa lebih tenang dan mendapatkan manfaat keagamaan, sehingga mereka lebih siap untuk mengikuti pelajaran di kelas,” jelas Irham Fikri.

Guru Piket, Aulia Wati, S.Pd., yang bertugas saat itu menambahkan bahwa pengawasan di gerbang madrasah dilakukan untuk menanamkan rasa tanggung jawab sejak dini. Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian madrasah terhadap pembentukan akhlak siswa.

“Langkah ini kami ambil agar siswa memahami bahwa hadir tepat waktu adalah cermin kedisiplinan. Kami memberikan pembinaan secara santun agar mereka dapat merenungkan kesalahan tersebut dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya di masa mendatang,” tegas Aulia.

Salah satu siswi kelas IX yang mengikuti pembinaan tersebut, mengakui kekhilafannya dan menerima teguran tersebut dengan tulus. Ia mengungkapkan rasa penyesalan yang mendalam karena tidak mampu hadir tepat waktu di madrasah, "Saya merasa sangat menyesal karena hari ini datang terlambat dan harus tertinggal jam pelajaran. Saya berjanji akan lebih disiplin mengatur waktu agar besok bisa berangkat lebih pagi dan tidak mengulangi kesalahan yang sama," ungkap Nadya dengan nada penuh penyesalan.

Rep/Ft: Humas