MIN 9 Tabalong – seluruh Dewan Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Tabalong mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) tentang Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada pembelajaran di madrasah tahun 2026. Kegiatan tersebut di laksanakan di Gedung Sarabakawa Tanjung. Kamis (15/1/26)
Kegiatan Bimtek diselenggarakan oleh PC Khusus PGRI Kementerian Agama Kab.Tabalong dan Turut di hadiri oleh Ketua PGRI Kabupaten Tabalong, H. Hasbi, S.Pd., M.Pd. serta seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) se-Kabupaten Tabalong.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan pada nilai- nilai karakter, kasih sayang, dan empati.
Bimtek ini menghadirkan dua Narasumber Husain,S.Pd, M.Pd Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Menyampaikan Petunjuk Teknis Dalam Pengelolaan Kurikulum Madrasah, Guru kepala dan Pengawas Madrasah. Kedua Hj. Septi Rovana, S. Pd., M.Pd pengawas madrasah Kementerian Agama Kota Banjarmasin. Menyampaikan Iplementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah serta Penyusunan RPP dan Administrasi Pembelajaran.
Sementara itu Kegiatan ini Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga dibekali praktik langsung dalam meyusun perangkat Pembelajaran yang aplikatif.
Wakamad Kurikulum MIN 9 Tabalong, Muhsinah,S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi guru dalam menyongsong penerapan kurikulum tahun 2026. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat di implemtasikan secara berkelanjutan. “Bimtek ini membantu guru memahami bagaimana nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil dari kegiatan bimtek akan ditindaklanjuti di tingkat madrasah melalui koordinasi dan penyesuaian perangkat pembelajaran. “Kami akan melakukan tindak lanjut agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara bertahap dan terarah di MIN 9 Tabalong,” tambahnya.
Kepala MIN 9 Tabalong menyambut positif pelaksanaan bimtek tersebut sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya pendidik di madrasah. Ia berharap seluruh guru yang mengikuti bimtek dapat mengimplementasikan hasil kegiatan tersebut secara konsisten dalam pembelajaran sehari-hari. “Kami mendorong agar hasil bimtek ini tidak berhenti pada tataran pemahaman, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas,” Pungkasnya
Kegiatan Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah serta memperkuat peran guru dan tenaga kependidikan dalam membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai yang diusung Kementerian Agama.
(Ref/Ft : Humas)
