MIN 4 Tabalong – Sebagai bagian dari pembentukan dan membina karakter religius dan meningkatkan nilai spiritual bagi warga madrasah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 rutin melaksanakan kegiatan amaliah pembacaan aqidatul awam, asmaul husna, surah juz amma, dan bacaan salat yang diprogramkan dengan nama pembiasaan ibadah pagi.
Kegiatan yang dilaksanakan sebelum jam pembelajaran dimulai tersebut merupakan program madrasah yang sudah berjalan beberapa tahun. Selama seminggu sebelum masuk jam pelajaran pertama semua warga madrasah berkumpul di halaman untuk melaksanakannya. Dipimpin langsung oleh kepala madrasah didampingi dewan guru.
Kepala MIN 4 Tabalong Rina Hidayati, S.Ag menerangkan diantara tujuan kegiatan tersebut untuk membiasakan peserta didik dalam mengamalkan rangkaian ibadah dengan harapan nantinya akan menjadi bekal bagi anak saat mereka dewasa nanti.
“Kita ingin anak mengenal beberapa amalan ibadah yang merupakan amal seorang muslim. Sejak dini mereka dikenalkan agar terbiasa dan senang melaksanakannya. Adapun jika nanti mereka semakin rajin dan senang dalam mengamalkan itu merupakan kemajuan dan keberhasilan yang baik, dan ini akan menjadi nilai positif bagi anak tentunya,” terang kamad, Rabu (4/2/26).
Ditambahkannya selama seminggu secara terjadwal siswa-siswi dibimbing dewan guru melaksanakan pembiasaan ibadah dimulai dengan salat dhuha, membaca surah yasin, juz amma, salawat, aqidatul awam, serta hafalan bacaan salat. Dengan dipimpin guru dan peserta didik yang juga dibuat secara berjadwal.
“Setiap kegiatan sudah disusun bacaan apa yang akan dibaca, untuk pemimpin kegiatan perharinya kita buatkan jadwal kelompok dengan dewan guru sebagai pembimbing dan pengarahnya,” tambah kamad.
Koordinator ibadah madrasah Hj. Masyithah, S.Ag menyampaikan pelaksanaan program pembiasaan di MIN 4 Tabalong merupakan upaya bersama madrasah dalam menjadikan warga madrasah terbiasa dalam melaksanakan amaliah ibadah khususnya murid-murid sehingga besar harapan mereka akan terus melaksanakannya setelah lulus dari madrasah.
“Kita ingin anak-anak terbiasa dalam melaksanakan amaliah ibadah ini, hingga dengan pembiasaan tersebut akan terbawa sampai mereka dewasa nanti. Seperti kata pepatah belajar di waktu muda seperti melukis di atas batu, amaliah tersebut akan terus membekas bagi mereka,” jelasnya.
Selanjutnya ia menambahkan agar kegiatan tersebut tidak mengurangi jam belajar maka kegiatan dimulai lebih awal yaitu 30 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai. “Kegiatan kita mulai 30 menit sebelum jam pelajaran pertama jadi tidak akan mengurangi jam belajar mengajar,” pungkasnya. (Rep: Amiin/Ft: Faisal)
