Balangan (Kemenag Tabalong) – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Balangan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten Balangan menggelar Pentas Seni Santri Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (28/10/25).
Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Riyadul Muhibbin Desa Bungin, Kabupaten Balangan diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kalimantan Selatan turut ambil bagian dalam ajang yang menampilkan ragam potensi dan kreativitas santri.
Berbagai cabang seni yang dilombakan antara lain Qasidah, Kaligrafi, dan Musabaqah Qiraatil Kutub (MKQ). Setiap daerah mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk menampilkan kemampuan dan keunggulan santri masing-masing.
Kegiatan Pentas Seni Santri dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Balangan, H. Akhmad Fauzi, S.Pd. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Pentas Seni Santri tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga momentum memperkuat peran santri sebagai penjaga nilai-nilai moral, budaya, dan spiritual bangsa.
“Melalui seni yang Islami, lembut, dan sarat makna, santri membuktikan bahwa dakwah dapat disampaikan dengan cara yang indah dan menyejukkan hati,” katanya.
Menurutnya, santri bukan hanya pandai mengaji dan mengkaji kitab, tetapi juga pewaris nilai-nilai luhur bangsa yang mampu menafsirkan ajaran agama melalui berbagai bentuk ekspresi budaya.
“Tidak ada masa depan Indonesia tanpa santri di dalamnya. Dari pesantrenlah lahir santri-santri berilmu, kreatif, visioner, dan berakhlakul karimah,” tegasnya.
Dari Kabupaten Tabalong, kafilah sebanyak 15 peserta yang terdiri dari para santri utusan pondok pesantren di daerah tersebut.
Sementara Plt. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Abd. Khairi menyampaikan bahwa keikutsertaan Tabalong dalam ajang ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi santri, sekaligus mempererat ukhuwah antarpondok pesantren se-Kalimantan Selatan.
“Pentas Seni Santri sekaligus sebagai ajang kompetisi sekaligus menjadi wadah silaturahmi dan apresiasi atas bakat seni para santri. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa santri memiliki peran besar dalam membangun budaya dan peradaban yang religius dan berkarakter,” ujar H. Abd. Khairi.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional, yang meneguhkan peran santri sebagai generasi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
“Kami berharap, dari kegiatan ini para santri semakin percaya diri, kreatif, serta mampu menebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin melalui seni,” tambahnya.
H. Abd. Khairi juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pembina pondok pesantren yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia berharap ke depan, kegiatan serupa terus digiatkan sebagai upaya memperkuat eksistensi dan kontribusi pesantren dalam membangun masyarakat yang religius, kreatif, dan berkarakter.
Sebelumnya, mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis), H. Ahmad Bugdadi, S.Ag, MH.I, hadir sekaligus memberikan sambutan pada acara pembukaan.
Dalam sambutannya, Ahmad Bugdadi menyampaikan bahwa kegiatan Pentas Seni Santri merupakan salah satu bentuk syukur dan apresiasi terhadap kiprah santri dalam membangun bangsa.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk semangat juang santri yang dinamis dan berkelanjutan menuju masa depan yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan tema Hari Santri Nasional Tahun 2025, yaitu Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” ujarnya. (Rep:Sry/Ft:Royan)
