MIN 7 Tabalong – Peserta didik kelas 5 MIN 7 Tabalong melaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) dengan tema gaya hidup berkelanjutan melalui pengelolaan sampah pada Kamis, (11/12/25). Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan madrasah dan dibimbing langsung oleh wali kelas, Misbahul Jannah, S.Pd.I.
Kegiatan P5RA ini difokuskan pada pembelajaran tentang jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya secara sederhana dan bertanggung jawab. Siswa dikenalkan perbedaan sampah organik dan anorganik, serta cara memilah sampah sesuai dengan jenisnya. Materi disampaikan secara praktik agar mudah dipahami dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak mengamati sampah yang ada di lingkungan kelas dan madrasah. Mereka kemudian mempraktikkan cara memilah sampah ke dalam tempat yang telah disediakan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Wali kelas, Misbahul Jannah, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Menurutnya, pembelajaran berbasis proyek memberikan pengalaman nyata yang dapat langsung diterapkan. Ia menilai pengelolaan sampah merupakan langkah awal untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.
Kepala MIN 7 Tabalong, Norhayani, S.Ag., M.M, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan P5RA kelas 5 tersebut. “Mengelola sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan P5RA ini, anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana di sekolah dan di rumah,” jelasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa tema gaya hidup berkelanjutan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, madrasah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan sadar akan dampak perilaku sehari-hari.
Salah satu siswa kelas 5, Milsha, menyampaikan pengalamannya mengikuti kegiatan tersebut. “Saya jadi tahu sampah harus dipisah. Kalau sampah dibuang sembarangan bisa membuat lingkungan kotor. Sekarang saya ingin membiasakan memilah sampah di rumah,” ujarnya.
(Ref/Ft : Fikri)
