Loading...
CLOSE

Melalui Project Based Learning, Siswa Kelas 5B Kreasikan Media Alat Pernapasan

MIN 9 Tabalong - Siswa siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Tabalong kelas 5b melaksanakan pembelajaran mata pelajaran IPAS dengan menerapkan model Project Based Learning (PJBL) melalui kegiatan pembuatan media pembelajaran sederhana tentang alat pernapasan manusia. Rabu (21/1/26)

Project Based Learning (PJBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dicapai peseta didik. Hal ini dilakukan untuk membantu, mendorong dan mendorong dan membimbing peserta didik fokus pada kerja sama dengan melibatkan kerja kelompok dan membantu siswa fokus pada perkembangan mareka.

Pembelajaran berbasis proyek tersebut melibatkan siswa secara langsung dalam merancang dan membuat media alat pernapasan manusia dengan memanfaatkan bahan sederhana seperti balon, sedotan, kardus, yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari materi secara teoritis, tetapi juga mengaplikasikannya dalam bentuk karya nyata.

Guru mata pelajaran IPAS, Latifah Nurmawati, S.Pd.I, menyampaikan bahwa penerapan model PJBL bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama antarsiswa. “Melalui pembuatan media pembelajaran ini, siswa lebih mudah memahami fungsi dan cara kerja alat pernapasan manusia karena mereka terlibat langsung dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga mendukung pembentukan karakter peserta didik. Serta meningkatkan motivasi belajar, mengembangkan keterampilan kolabirasi.“Selain menambah pemahaman materi, kegiatan ini melatih rasa tanggung jawab, kemandirian, serta kepercayaan diri siswa saat mempresentasikan hasil karyanya,” tambah Latifah.

Salah satu siswa kelas 5B, Aqila Putri, mengaku senang mengikuti pembelajaran berbasis proyek tersebut. “Saya senang belajar dengan membuat media sendiri. Jadi lebih paham tentang alat pernapasan manusia dan belajarnya tidak membosankan,” ungkap Aqila.

Selama kegiatan berlangsung, siswa bekerja dalam kelompok dengan pendampingan guru, mulai dari tahap perencanaan proyek, pelaksanaan pembuatan media, hingga penyajian hasil di depan kelas. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menjelaskan fungsi bagian-bagian alat pernapasan manusia berdasarkan media yang telah dibuat. (Rep/Ft : Humas)