MAN 1 Tabalong - MAN 1 Tabalong menyelenggarakan kegiatan Simulasi atau Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025 pada Selasa (23/9/25). Kegiatan ini bekerja sama dengan lembaga pendidikan Genza Education Tabalong dan diikuti oleh 126 peserta didik kelas XII. Pelaksanaan simulasi bertempat di Masjid Miftahul Ulum MAN 1 Tabalong.
Kegiatan simulasi dipimpin oleh Wakamad Kurikulum, Agusnita Maulidah, S.Pd., serta didampingi oleh Wakamad Kesiswaan, Haris Fadillah, S.S.I., Wakamad Sarana dan Prasarana, Adi Rakhmansyah, S.Pd., dan Staf Tata Usaha, Risna Hudaya, AM. Keb. Simulasi ini mencakup tiga mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, serta mata pelajaran pilihan (MPP) yang disesuaikan dengan jurusan Saintek atau Soshum yang diambil oleh peserta didik.
Perwakilan Genza Education, Riska Nita menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam menghadapi jenis soal dan sistem yang digunakan pada TKA. “Diselenggarakannya kegiatan ini untuk lebih mempersiapkan diri peserta didik kelas XII MAN 1 Tabalong dalam menghadapi TKA di bulan November nanti. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan awal peserta didik di bidang studi yang relevan seperti Saintek dan Soshum, mengidentifikasi materi yang perlu pendalaman lebih lanjut, serta melatih manajemen waktu dan ketahanan dalam mengerjakan soal di bawah tekanan,” ujar Riska.
Agusnita menyampaikan bahwa pelaksanaan simulasi ini merupakan bagian dari program pembinaan akademik peserta didik kelas XII. “Simulasi ini sangat penting untuk mengasah kemampuan peserta didik, sekaligus melatih kesiapan mereka menghadapi TKA yang sebenarnya. Harapannya, mereka semakin percaya diri dan terbiasa dengan pola soal yang diujikan,” ujarnya.
Risna menegaskan bahwa seluruh perangkat dan jaringan internet telah dipastikan berfungsi dengan baik sebelum pelaksanaan dimulai. “Kami pastikan semua perangkat dan jaringan siap digunakan. Dengan latihan ini, peserta didik tidak hanya menguji kemampuan akademiknya, tetapi juga terbiasa dengan sistem digital yang dipakai dalam ujian resmi,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya simulasi ini, peserta didik dapat menjalani evaluasi teknis serta beradaptasi lebih dini terhadap sistem ujian berbasis komputer yang digunakan dalam seleksi nasional.
Simulasi berlangsung dengan tertib dan tanpa kendala teknis. Seluruh peserta mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Panitia pelaksana memonitor secara langsung kelancaran jaringan internet, kesiapan perangkat, serta kepatuhan terhadap tata tertib pelaksanaan. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan ditutup setelah seluruh sesi mata pelajaran selesai dilaksanakan. Data kehadiran menunjukkan bahwa seluruh peserta hadir dan mengikuti simulasi secara penuh. (Rep/Ft: AisyaturRidha)
