MAN 1 Tabalong - MAN 1 Tabalong melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025, Selasa (10/12/25) di ruang guru dengan melibatkan seluruh pendidik serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini dipimpin oleh Plt. Kepala MAN 1 Tabalong, Drs. H. M. Rizali Hadi, bertujuan mengukur efektivitas kepemimpinan, kualitas tata kelola lembaga, serta capaian program madrasah selama setahun terakhir.
Pelaksanaan PKKM tahun ini turut melibatkan koordinator seksi, di antaranya Wakamad Kurikulum Agusnita Maulidah, S.Pd sebagai koordinator pengembangan madrasah, Wakamad Kehumasan Suratno, S.Pd yang menangani bidang manajerial, Wakamad Kesiswaan Haris Fadillah, S.S.I pada bidang kewirausahaan dan Wakamad Sarana/Prasarana Adi Rakhmansyah, S.Pd yang bertanggung jawab pada supervisi. Masing-masing koordinator menyajikan laporan lengkap mengenai program, kegiatan, inovasi, dan bukti fisik yang telah dikerjakan sesuai instrumen penilaian. Tim juga diminta menyiapkan dokumen, data pendukung, serta bukti fisik kegiatan secara rinci untuk memastikan ketercapaian indikator penilaian PKKM tahun berjalan.
Dua pengawas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, yakni Rahmadianor, S.Pd dan Wahyudin, S.Ag., MM, hadir sebagai tim penilai. Keduanya meninjau secara langsung kesesuaian dokumen dengan pelaksanaan program madrasah.
Dalam proses penilaian, Rahmadianor menyampaikan apresiasi atas kesiapan MAN 1 Tabalong. Ia mengatakan, “Kami melihat keseriusan seluruh tim dalam menyiapkan PKKM. Dokumen yang ditampilkan cukup lengkap dan tertata. Kerja sama antarbidang sangat terlihat, dan ini menunjukkan madrasah berjalan dengan manajemen yang baik. PKKM juga menjadi tolok ukur penilaian tata kelola madrasah serta efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program,” ujarnya.
Agusnita menyampaikan bahwa seluruh dokumentasi pengembangan madrasah disusun secara terstruktur dengan melibatkan guru mata pelajaran dari berbagai bidang. Ia menjelaskan bahwa proses pengumpulan data dilakukan melalui koordinasi rutin dengan para guru untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan pelaksanaan pembelajaran. “Kami menyiapkan data pembelajaran, perangkat ajar, laporan supervisi, hingga dokumentasi kegiatan siswa. Semua disusun bersama guru agar sesuai dengan kondisi kegiatan belajar di kelas. PKKM memberi kami dorongan untuk terus meningkatkan kualitas proses belajar,” ujarnya
Rizali menyampaikan bahwa proses persiapan telah dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh unsur madrasah. Ia menjelaskan bahwa tim bekerja intensif untuk memenuhi seluruh instrumen penilaian yang ditetapkan. “Sejak awal tahun kami sudah membentuk tim khusus untuk PKKM, kemudian membagi tugas secara jelas dan menyiapkan bukti fisik kegiatan secara bertahap. Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar dan mampu memperlihatkan perkembangan positif madrasah, baik dalam manajemen maupun akademik,” pungkasnya. (Rep/Ft:AisyaturRidha)
