Loading...
CLOSE

MAN 1 Tabalong Gelar Proyek SPI-P “Karakterku, Pilihanku” untuk Tanamkan Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab

MAN 1 Tabalong –MAN 1 Tabalong melaksanakan Survei Penilaian Integritas Pendidikan (SPI-P) melalui kegiatan pembelajaran berbasis proyek bertemakan “Karakterku, Pilihanku” pada Rabu (24/9/25). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian dalam menghadapi berbagai dilema etis yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan remaja dan sekolah.

SPI-P bertujuan untuk melihat sejauh mana peserta didik dapat bersikap jujur dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan, terutama dalam situasi yang sulit atau penuh tekanan. Beberapa contoh situasi yang diangkat dalam proyek ini adalah menolak ajakan mencontek saat ujian, mengakui kesalahan, serta berani berkata jujur meskipun berisiko. Kegiatan ini tidak hanya mendorong peserta didik berpikir kritis, tetapi juga membentuk karakter yang kuat sejak dini.

Kegiatan ini diintegrasikan ke dalam beberapa mata pelajaran, yaitu Akidah Akhlak, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), dan Bahasa Indonesia. Para peserta didik mengerjakan proyek secara individu maupun kelompok, dan diberi kebebasan untuk mengekspresikan pemahaman mereka melalui cara-cara yang kreatif, seperti membuat video pendek, menulis cerita, membuat poster edukatif, atau presentasi. Kegiatan dilakukan di kelas, dengan bimbingan dari tiga guru pendamping, yakni Rini Helyani, S.Pd., Hj. Mardiana, S.Pd., dan Titik Endri Sundari, S.Pd.

Salah satu guru pendamping, Mardiana menjelaskan bahwa pendekatan kreatif seperti ini penting untuk melatih peserta didik berpikir dan bertindak secara etis. “Peserta didik kami ajak untuk berdiskusi studi kasus, bermain peran, dan menulis refleksi. Dengan cara ini, mereka bisa memahami bahwa dalam kehidupan nyata, pilihan yang jujur dan benar sering kali tidak mudah, tapi harus tetap diambil,” ujarnya.

Titik yang juga terlibat dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa proyek ini membuat peserta didik lebih aktif dan terlibat secara emosional. “Anak-anak lebih berani menyampaikan pendapat dan menghargai keputusan orang lain. Mereka menyadari bahwa kejujuran dan tanggung jawab bukan hanya nilai di kelas, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Agusnita Maulidah, S.Pd., selaku Wakamad Kurikulum, menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan SPI-P ini. “Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, jujur, dan bertanggung jawab. Ini adalah langkah penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya. (Rep/Ft: AisyaturRidha)