MAN 1 Tabalong - MAN 1 Tabalong melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA) dengan tema Bangunlah Jiwa dan Raganya, bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peduli Hukum dan Keadilan melalui program Legal Awareness Movement in Schools. Kegiatan yang mengangkat tema "Memberdayakan Generasi Muda Memahami Hak dan Kewajiban" ini dipimpin oleh Plt. Kepala MAN 1 Tabalong, Drs. H.M. Rizali Hadi, bersama wakamad, pendidik, dan tenaga kependidikan, berlangsung di Kanopi Serbaguna MAN 1 Tabalong, Rabu (19/11/23)
Dihadiri Kepala LBH Peduli Hukum dan Keadilan Cabang Tanjung, Adv. Muhammad Irana Yudiartika, beserta anggota LBH. Selain penyampaian materi hukum, acara juga diisi dengan dialog interaktif dan kuis berhadiah sebagai upaya meningkatkan antusiasme peserta didik dalam memahami isu-isu penting seputar hukum, hak, dan kewajiban sebagai warga negara.
Irana menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai prosedur hukum untuk mencegah terjadinya tindak pidana di kalangan remaja. “Para siswa harus memahami prosedur dasar dalam proses hukum, serta mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pemahaman ini penting agar mereka tidak salah langkah ketika berhadapan dengan masalah. Pencegahan harus dimulai dari pemahaman, karena ketidaktahuan sering kali menjadi penyebab seseorang terseret kasus hukum,” ujarnya.
Irana juga menjelaskan bahwa anak yang berhadapan dengan hukum memiliki posisi yang berbeda-beda dalam suatu perkara. “Anak dapat menjadi tersangka, korban, atau saksi dalam kasus tindak pidana. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Ana. Saya berharap siswa mampu mengenali posisi tersebut agar dapat mengambil langkah yang benar ketika menghadapi situasi hukum,” katanya.
Rizali Hadi menyampaikan apresiasi atas kontribusi LBH dalam menambah wawasan peserta didik. “Terima kasih kepada LBH yang telah memberikan pencerahan kepada siswa maupun guru. Kegiatan ini sangat membantu sekolah dalam membekali para siswa mengenai hak dan kewajiban mereka dalam konteks hukum, literasi hukum penting untuk membangun karakter pelajar yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ucapnya.
“Melalui kegiatan P5RA yang digabungkan dengan edukasi hukum dari LBH ini, kami berharap para siswa lebih paham tentang peran mereka sebagai generasi yang berkarakter, taat aturan, dan mampu menjaga diri dari hal-hal yang bisa membawa mereka pada masalah hukum. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari para siswa dan menjadi salah satu program pembinaan karakter yang sangat bermanfaat,” tambahnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga memberikan reward kepada peserta didik yang berhasil menjawab pertanyaan dalam sesi kuis, terutama terkait isu anti-bullying. Salah satu penerima hadiah, Hanafisha Fitri Hadiya dari kelas XII, mengaku senang dan termotivasi. “Saya jadi lebih paham bahwa bullying itu bukan hal sepele. Dampaknya bisa besar dan bisa berurusan dengan hukum. Setelah ikut kegiatan ini, saya ingin lebih berani menegur teman agar tidak melakukan bullying,” ujarnya. (Rep/Ft:AisyaturRidha)
