MAN 1 Tabalong – Sejumlah pendidik, peserta didik, dan alumni MAN 1 Tabalong berperan dalam penerbitan Antologi Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXII Kabupaten Barito Kuala 2025, yag bertema “Satu Sastra Membuh di Ulek Barito” pada Rabu (26/11/25) di Depan PTSP MAN 1 Tabalong.
Pendidik MAN 1 Tabalong yang terlibat, yakni Nurmaliansari, S.H., S.Pd.,Titik Endri Sundari, S.Pd., dan Asti Prativi, S.Psi., memberikan kontribusi dalam bentuk karya serta pembinaan proses kreatif peserta didik. Karya sastra dari peserta didik Lutfia Arifa Maulidya dan Muntiara Lingganis, serta alumni Ihsanul Amin dan Aisyah Salsabila, turut berperan dalam antologi puisi yang akan diterbitkan.
Pendidik MAN 1 Tabalong, Titik menyampaikan bahwa keterlibatan peserta didik dalam dunia sastra merupakan langkah positif dalam membangun kepekaan literasi. “Puisi adalah sarana bagi peserta didik untuk menyampaikan perasaan dan pemikiran mereka dengan cara yang indah. Mendampingi proses kreatif ini menjadi kebanggaan tersendiri,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Nurmaliansari, yang menilai bahwa karya sastra dapat menjadi pembentuk karakter dan pola pikir yang lebih reflektif. “Setiap anak memiliki cerita dan imajinasi yang unik. Melalui puisi, mereka belajar mengolah bahasa sekaligus mengekspresikan diri dengan percaya diri,” tuturnya.
Plt. Kepala MAN 1 Tabalong, Drs. H. M. Rizali Hadi, memberikan apresiasi atas kontribusi para pendidik dan peserta didik dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi warga madrasah lainnya. “Saya berharap karya-karya ini dapat menjadi contoh bagi peserta didik lain untuk berani menulis dan mengembangkan bakat mereka di bidang sastra,” pungkasnya.
“Kegiatan literasi seperti ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan kreativitas dan kecintaan terhadap karya tulis. Dengan hadirnya antologi puisi tersebut, MAN 1 Tabalong diharapkan semakin mampu menumbuhkan atmosfer akademik dan budaya literasi yang produktif,” harapnya. (Rep/Ft:AisyaturRidha)
