MAN 1 Tabalong – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) melaksanakan kegiatan wawancara mengenai studi kasus inovasi kurikulum PAI di MAN 1 Tabalong. Kegiatan berlangsung di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) MAN 1 Tabalong, pada Jum’at (3/10/25) disambut baik oleh Wakamad Kesiswaan, Haris Fadillah, S.S.I., serta guru PAI MAN 1 Tabalong, Iskandarsyah, S.Pd.I., Gr., dan Muhammad Kaspul Anwar, S.S.I.
Haris menyampaikan bahwa inovasi kurikulum PAI di MAN 1 Tabalong dilakukan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. “Kurikulum ini kami rancang agar mampu membekali siswa tidak hanya dengan pengetahuan agama yang mendalam, tetapi juga karakter yang kuat dan kemampuan adaptasi yang baik terhadap perkembangan teknologi dan sosial,” ujarnya. Haris juga menegaskan bahwa pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi menjadi fokus utama dalam inovasi tersebut.
Sementara itu, Iskandarsyah menambahkan bahwa kurikulum PAI terbaru mengedepankan metode pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. “Kami memanfaatkan teknologi dan metode pembelajaran aktif seperti diskusi, simulasi, dan pembelajaran berbasis proyek sehingga siswa lebih terlibat secara langsung dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Guru PAI lainnya, Kaspul menjelaskan bahwa evaluasi dan pengembangan materi kurikulum dilakukan secara berkala untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan kebijakan pendidikan nasional. “Kami berkomitmen agar kurikulum yang diterapkan senantiasa relevan dan efektif dalam membentuk siswa yang beriman, bertakwa, dan berprestasi,” tambahnya.
Dari pihak mahasiswa STIT, Nadia salah satu peserta wawancara, menyampaikan pengalamannya selama melakukan studi lapangan di MAN 1 Tabalong. “Wawancara ini memberikan kami gambaran nyata tentang bagaimana inovasi kurikulum PAI dijalankan di lapangan. Kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan kerjasama pihak MAN 1 Tabalong dalam memberikan informasi yang detail dan mendalam,” ujarnya. Nadia juga menambahkan, “Kegiatan ini memperkaya wawasan kami sebagai calon pendidik, terutama dalam memahami tantangan dan solusi inovatif dalam pendidikan agama di era modern.”
Kegiatan wawancara ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian berharga bagi pengembangan kurikulum PAI, sekaligus mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah di Kabupaten Tabalong. MAN 1 Tabalong menyambut baik inisiatif ini sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama yang inovatif dan berdaya saing. (Rep/Ft:AisyaturRidha)
