MIN 4 Tabalong – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 menggelar kegiatan lomba membuat poster dengan tema anti korupsi yang berfokus pada penanaman dan penguatan nilai integritas di kalangan peserta didik sejak dini sebagai pelaksanaan modul 6 Rencana Tindak Lanjut (RTL) Survei Penilaian Integritas Pendidikan (SPI-P) tahun 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/10/25) dengan sasaran peserta didik kelas tinggi yaitu kelas 4, 5, dan 6. Seorang anggota tim Muhammad Amirul Islammudin, S.Pd. mengatakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan SPI-P di madrasah dan sesuai jadwal yang disusun dalam RTL.
“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat, jujur, dan berintegritas tinggi. Dan semua itu tidak bisa kita dapatkan secara instan perlu perjuangan dan upaya bersama secara terus menerus karena ini juga bagian dari pendidikan membentuk karakter,” ujar Amirul.
Kepala MIN 4 Tabalong H. Aliansyah, S.Pd.I menjelaskan setiap kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan modul yang telah disusun sebagai komitmen madrasah membentuk karakter yang berintegritas di lingkungan madrasah.
“Dalam rangka menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kejujuran dan integritas, salah satu kegiatan berdasarkan RTL yang kita susun yaitu lomba poster anti korupsi ini. Kita menanamkan sikap anti korupsi sejak dini pada anak agar kelak menjadi pribadi yang jujur dan bersih.
“Lomba poster ini bertujuan untuk mengajak peserta didik mengekspresikan gagasan mereka mengenai bahaya dan dampak korupsi melalui karya seni visual. Dengan menanamkan sikap anti korupsi sejak dini kita harapkan mereka tumbuh jadi pribadi yang jujur dan bersih,” ujar kamad.
Kamad menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan integritas di lingkungan madrasah. “Kami ingin menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan sikap antikorupsi kepada peserta didik sejak dini. Melalui poster, pesan moral ini dapat tersampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami,” tambahnya.
Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari guru seni budaya dan tim pengembang madrasah. Kriteria penilaian meliputi kesesuaian tema, pesan moral, kreativitas, dan kerapian. Beberapa karya siswa menonjol karena pesan yang kuat dan desain yang menarik.
Di akhir acara, panitia mengumumkan pemenang lomba dan memberikan piagam penghargaan serta hadiah untuk para juara. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya antikorupsi di lingkungan sekolah.
“Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral. Karena itu, membangun karakter jujur sejak di bangku sekolah sangat penting,” tambah Koordinator Kesiswaan, Muhammad Amirul Islammudin.
Dengan terselenggaranya lomba poster ini, madrasah berkomitmen untuk terus mengedukasi dan menginspirasi peserta didik menjadi generasi yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab. (Rep: Amiin/Ft: Faisal)
