Loading...
CLOSE

Madrasah Gelar Evaluasi Karakter Terpadu, Tekankan Nilai Integritas Pada Siswa

 

MIN 4 Tabalong – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 menggelar kegiatan evaluasi karakter terpadu (EKT) yang berfokus pada penguatan nilai integritas di kalangan peserta didik sebagai pelaksanaan modul 3 Rencana Tindal Lanjut (RTL) Survei Penilaian Integritas Pendidikan (SPI-P) tahun 2025.

Kegiatan yang pertama dilaksanakan pada Rabu (24/9/25) dengan sasaran peserta didik kelas tinggi yaitu kelas 4, 5, dan 6 dilakukan oleh tim. Seorang anggota tim Muhammad Amirul Islammudin, S.Pd. mengatakan kegiatan EKT sebagai bagian dari pelaksanaan SPI-P di madrasah dan sesuai jadwal yang disusun dalam RTL.

“Melalui evaluasi ini kita berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat, jujur, dan berintegritas tinggi. Dan semua itu tidak bisa kita dapatkan secara instan perlu perjuangan dan upaya bersama secara terus menerus karena ini juga bagian dari pendidikan membentuk karakter,” ujar Amirul.

Ditambahkannya pentingnya integritas sebagai pondasi utama pembentukan karakter generasi muda. Dan, semua itu harus dimulai sejak dini diibaratkan menanam bibit pohon sedari kecil hingga nanti tumbuh besar dan menjadi kuat.

“Integritas bukan hanya soal kejujuran, tetapi juga konsistensi dalam perkataan dan perbuatan. Kami berharap siswa mampu menjunjung tinggi nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ibarat menanam pohon sejak kecil harus kita jaga jangan sampai condong, karena jika sudah besar akan sulit merubahnya,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak untuk merefleksikan perilaku sehari-hari melalui diskusi kelompok, presentasi, dan studi kasus yang berkaitan dengan kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian. Guru pembimbing turut memberikan penilaian dan masukan sebagai bagian dari evaluasi karakter terpadu.

Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas siswa telah memahami pentingnya menjaga integritas, meskipun masih diperlukan pembinaan berkelanjutan agar nilai tersebut benar-benar terinternalisasi. Dukungan orang tua juga dianggap penting untuk memastikan pembiasaan integritas tidak hanya berjalan di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan di rumah.

(Rep: Amiin/Ft: Faisal)