Loading...
CLOSE

Kunjungan Pengawas, GTK Madrasah Terima Pembinaan

MIN 4 Tabalong – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Tabalong terima kunjungan pengawas pembina dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tabalong Hj. Ida Rahmi, S.Pd melakukan monitoring dan memberikan bimbingan kepada Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kamis (2/10/25).

Ida Rahmi mengatakan kesempatan kunjungan ke madrasah merupakan kesempatan bagi pengawas dan madrasah untuk melakukan koordinasi sekaligus evaluasi bersama untuk kemajuan pendidikan di madrasah.

“Seorang pengawas harus membina beberapa madrasah selain karena terbatasnya jumlah pengawas yang dimiliki kantor kemenag juga banyaknya jumlah madrasah yang ada, oleh karena itu kami sebagai pengawas harus bijak dan berusaha membagi waktu kunjungan ke beberapa madrasah binaan. Maka waktu tersebut merupakan kesempat bagi pengawas dan madrasah dalam berkoordinasi,” ujar Ida Rahmi.

Pada kunjungan tersebut pengawas memberikan bimbingan tentang pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Ia menjelaskan tentang KBC yang saat ini sedang dan mulai diterapkan kepada madrasah di Indonesia.

“Mungkin dalam beberapa kali pertemuan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) telah dibahas tentangnya, KBC ini adalah inisiatif Kemenag untuk mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian dalam proses pendidikan di madrasah, dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis dan inklusif. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tidak menggantikan kurikulum yang sudah ada, melainkan menjadi pendekatan pengayaan yang memberikan ruh cinta pada proses pembelajaran” ujar pengawas.

Pengawas menambahkan tujuan diterapkannya KBC dimadrasah sangat sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini yaitu : menciptakan madrasah ramah anak, mengembangkan potensi siswa secara holistik, menanamkan nilai-nilai luhur, membangun karakter siswa, dan mendorong transformasi pola pikir.

“KBC akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Mengembangkan potensi siswa secara holistik. tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual. Menanamkan nilai-nilai luhur cinta kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, negara, dan ilmu pengetahuan, dan tentu saja membentuk karakter dengan akhlak mulia,” tambahnya.

Selanjutnya ia memberikan pesan kepada guru untuk terus meningkatkan kinerja dan menjadi tauladan yang baik bagi peserta didik di madrasah.

“Sebagai seorang pendidik guru adalah panutan, teladan bagi siswa baik dalam bersikap, berperilaku, berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur. Oleh karena itu sudah seharusnya pendidik untuk istiqomah dalam mengemban amanah. Bagi anak-anak guru adalah orang yang paling mudah mereka ikuti dan contoh setiap perkataan dan perbuatannya” katanya.

 

Kepala MIN 4 Tabalong H. Aliansyah, S.Pd.I mengatakan telah beberapa kali mengikuti kegiatan sosialisasi tentang KBC. Ia menyampaikan  kepada pengawas akan menyiapkan madrasah untuk menerapkan KBC jika nanti telah diterapkan di semua madrasah.

“Benar beberapa kali kami dalam pertemuan rutin KKMI membahas tentang KBC ini. Kita akan selalu mendukung semua kebijakan dari Kementerian Agama, untuk KBC ini kita akan siapkan baik lingkungan maupun warga madrasah dalam menjalankan dan menerapkannya nanti jika memang telah dilaksanakan kepada semua madrasah,” ujar Aliansyah. (Rep: Amiin/Ft: Fahmi)