Tanjung (Kemenag Tabalong) - Pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong kembali mengikuti kultum Ramadhan hari ke-6 yang dilaksanakan ba’da salat Zuhur berjamaah. Kegiatan pembinaan rohani rutin selama bulan suci ini menjadi sarana memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat integritas spiritual aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Tausyiah disampaikan oleh Kasi Pendidikan Agama Islam, Irfan Wahyuni pada Selasa (24/2/26), mengangkat tafsir Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa. Ia menyoroti redaksi pembuka ayat: “Yā ayyuhalladzīna āmanū” (Wahai orang-orang yang beriman). Menurutnya, penggunaan seruan tersebut mengandung pesan teologis yang sangat kuat.
Ia menjelaskan, Al-Qur’an dalam banyak tempat menggunakan seruan berbeda seperti “Wahai manusia” untuk pesan universal, namun khusus pada ayat puasa digunakan panggilan kepada orang beriman. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah puasa bukan sekadar kewajiban fisik, melainkan perintah yang menuntut kesiapan iman, kesadaran spiritual, serta komitmen ketaatan.
“Ketika Allah memanggil dengan ‘wahai orang-orang yang beriman’, itu berarti ada standar iman yang harus dijaga. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan total , menahan lisan, menjaga hati, mengendalikan emosi, dan memperbaiki perilaku. Target akhirnya jelas, la‘allakum tattaqūn, agar kita menjadi pribadi bertakwa,” ujar Irfan dalam tausyiahnya.
Ia menambahkan, para ulama menafsirkan bahwa ayat tersebut juga menunjukkan kesinambungan syariat, karena disebutkan puasa telah diwajibkan kepada umat terdahulu. Pesan ini menegaskan bahwa puasa merupakan ibadah lintas zaman yang berfungsi sebagai sarana penyucian jiwa dan pembentukan karakter.
Lebih jauh, Irfan mengajak seluruh ASN menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas diri, tidak hanya dalam ibadah personal tetapi juga dalam etos kerja dan pelayanan.
“Jika puasa berhasil membentuk takwa, maka dampaknya harus terlihat dalam kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta cara melayani masyarakat. Di situlah nilai Ramadhan benar-benar hidup,” tegasnya.
Program kultum ba’da Zuhur berjamaah selama Ramadhan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kantor Kemenag Tabalong dalam membangun budaya kerja religius, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan nilai keimanan sebagai fondasi pelayanan kepada umat. (Rep:Sry/Ft:Mukhlis)
