Loading...
CLOSE

Kultum Ramadan, Ka.Subbag TU Tegaskan Pentingnya Menjaga Lisan sebagai Fondasi Akhlak ASN

Tanjung (Kemenag Tabalong) - Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Tabalong terus mengintensifkan pembinaan mental dan spiritual aparatur selama bulan suci Ramadan melalui kegiatan kultum ba’da salat Dzuhur berjamaah yang rutin diikuti pejabat dan seluruh ASN di lingkungan kantor.

Kegiatan kultum Dzuhur yang dilaksanakan sepanjang Ramadan ini merupakan bagian dari penguatan pembinaan rohani ASN Kemenag Tabalong. Program tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga membangun budaya kerja religius, memperkuat integritas, serta mendorong peningkatan kualitas layanan publik yang berorientasi pada nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Pada hari ke-5 Ramadan, Senin (23/2/26), kultum disampaikan oleh Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Tabalong, H. Abd Khairi. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat kualitas ibadah sekaligus memperbaiki akhlak dan pengendalian diri.

Menurutnya, keberhasilan menjalani Ramadan tidak hanya diukur dari menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari kemampuan menjaga perilaku, memanfaatkan waktu dengan amal bermanfaat, serta menjauhi segala bentuk aktivitas sia-sia yang dapat mengurangi nilai ibadah.

“Isi Ramadan dengan ibadah yang benar-benar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hindari hal yang tidak bermanfaat, dan jadikan setiap waktu bernilai amal,” pesannya di hadapan peserta kultum.

Ia juga menekankan bahwa menjaga lisan merupakan salah satu kunci utama kesempurnaan puasa. Ucapan yang tidak terkontrol seperti ghibah, fitnah, perkataan kasar, maupun perdebatan yang tidak perlu dapat menghapus pahala dan merusak nilai spiritual Ramadan.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN menjadikan bulan suci sebagai sarana latihan pengendalian diri dalam berkomunikasi, baik di lingkungan kerja, dalam kehidupan sosial, maupun di ruang digital dan media sosial.

Lebih jauh disampaikan, menjaga lisan tidak hanya menjadi kewajiban selama Ramadan, tetapi harus terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk setelah Ramadan berakhir. Sikap santun dalam berbicara, kehati-hatian dalam menyampaikan informasi, serta etika komunikasi yang baik merupakan bagian dari akhlak sekaligus cerminan profesionalitas ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kita berharap nilai yang dilatih selama Ramadan tidak berhenti sebagai ibadah musiman, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dijaga sepanjang tahun,” tandasnya. (Rep:Sry/Ft:Mul)