MAN 1 Tabalong - Wakamad Sarana Prasarana MAN 1 Tabalong, Adi Rakhmansyah, S.Pd., mengikuti kegiatan Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang berlangsung di Hotel Nasa Banjarmasin pada Jum’at (28/11/25). Agenda ini menjadi bagian penting dari penguatan Kurikulum Madrasah 2025 yang menekankan Pembelajaran Mendalam serta pembentukan karakter melalui pendekatan kasih sayang.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya penyelarasan arah kebijakan baru Kementerian Agama, sekaligus memastikan bahwa KMA 1503 Tahun 2025 dapat diterapkan secara efektif di lingkungan madrasah. Kebijakan ini mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih humanis, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan peserta didik.
Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan, Dr. H. M. Tambrin, M.M.Pd., dalam sambutan dan arahannya menegaskan pentingnya penyamaan persepsi antara pendidik dan pengelola madrasah. “KMA 1503 tidak hanya membawa penyempurnaan teknis, tetapi juga penguatan nilai. Kurikulum Berbasis Cinta harus benar-benar tampak dalam setiap proses pembelajaran,” ujarnya.
Dr. Tambrin menambahkan bahwa kegiatan penguatan KMA 1503 dan KBC memiliki nilai strategis bagi kemajuan madrasah. “Ini bukan sekadar forum penyampaian informasi, tetapi momentum untuk memperkuat pemahaman, menyamakan persepsi, dan memantapkan langkah dalam membangun madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi pendidikan,”pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa arah kebijakan tersebut selaras dengan Outlook Kementerian Agama Tahun 2025. “Kami berkomitmen mewujudkan daya saing umat. Salah satu strateginya adalah melalui pendidikan unggul, literasi yang kuat, karakter yang kokoh, serta penguatan moderasi beragama,” jelas Tambrin.
Adi menyampaikan bahwa penguatan kurikulum ini memberikan arah yang jelas bagi madrasah. “KMA 1503 dan KBC menghadirkan pendekatan yang lebih utuh, tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga karakter. MAN 1 Tabalong siap menerapkannya secara optimal,” ucapnya.
Plt. Kepala MAN 1 Tabalong, Drs. H. M. Rizali Hadi, menegaskan komitmen madrasah dalam menerapkan kebijakan tersebut. “Pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta harus menjadi budaya kerja di MAN 1 Tabalong, berharap penerapan KMA 1503 dapat memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan,” ujarnya. (Rep:Ida/Ft:Humas)
