Tanjung (Kemenag Tabalong) - Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Tabalong menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya mendorong transformasi pendidikan karakter di lingkungan madrasah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong, Ma’mun Bakhtiar, ST, serta para kepala madrasah ibtidaiyah se-Kabupaten Tabalong di MIS Sabilal Muhtadin, Selasa(23/9/25)
Dalam sambutannya, Ma’mun Bakhtiar memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop yang mengangkat tema penguatan nilai-nilai cinta dalam dunia pendidikan madrasah. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah konsep yang relevan dan kontekstual untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara emosional dan spiritual.
“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar slogan. Ini adalah pendekatan pembelajaran yang menanamkan kasih sayang, empati, toleransi, dan tanggung jawab dalam diri siswa. Dengan nilai-nilai ini, madrasah bisa mencetak generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” ujar Ma’mun.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para guru dan kepala madrasah tentang bagaimana menerapkan prinsip-prinsip cinta dalam proses belajar-mengajar. Mulai dari pendekatan guru terhadap siswa, pola komunikasi yang humanis, hingga integrasi nilai cinta dalam pembelajaran mata pelajaran.
Ma’mun juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam menerapkan KBC di madrasah. Ia berharap, setelah workshop ini, akan lahir berbagai inovasi pembelajaran berbasis cinta yang dapat diadaptasi oleh seluruh MI di Tabalong.
“Kami berharap madrasah di Tabalong bisa menjadi pelopor pendidikan karakter yang memanusiakan manusia. KBC ini bisa menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan madrasah yang ramah, menyenangkan, dan menumbuhkan kasih di tengah peserta didik,”pungkasnya(Rep:Ela/Ft:Kontri)
