MTsN 10 Tabalong – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Tabalong, H. Juhrani, S.Ag., MM, menekankan pentingnya keakuratan pendataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Aplikasi Madrasah Sehat sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan nasional peningkatan gizi peserta didik. Pendataan tersebut dilaksanakan pada tahun 2026 di lingkungan MTsN 10 Tabalong. Senin (09/02/2026).
Ia menyampaikan bahwa pendataan MBG bertujuan menyediakan data faktual dan mutakhir yang akan disinkronkan dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Data tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program, sehingga pengisiannya harus dilakukan secara jujur dan bertanggung jawab, “Pendataan MBG harus mencerminkan kondisi riil madrasah. Data yang akurat akan sangat membantu dalam perumusan kebijakan agar program dapat berjalan tepat sasaran,” ujar H. Juhrani.
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Kepala Tata Usaha MTsN 10 Tabalong, H. M. Kamtari, S.S., melakukan koordinasi internal guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai ketentuan melalui Aplikasi Madrasah Sehat Kementerian Agama, “Kami memastikan seluruh tahapan pengisian data dilakukan secara tertib dan sesuai kondisi faktual madrasah,” ungkapnya.
Proses entri data oleh Staf Tata Usaha MTsN 10 Tabalong, Rizqa Rahmanida, S.S.T.Ars. Berdasarkan hasil pendataan, MTsN 10 Tabalong tercatat dengan status Belum Menerima Program Makan Bergizi Gratis, “Status tersebut kami input karena hingga saat ini MTsN 10 Tabalong memang belum menerima Program MBG,” jelas Rizqa.
Pendataan MBG dilakukan melalui Aplikasi Madrasah Sehat dengan mengacu pada petunjuk teknis dan panduan pengisian yang tersedia. Langkah ini diharapkan dapat mendukung tersedianya data yang valid dan akuntabel serta memperkuat koordinasi lintas instansi dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis.
Sebagai penutup, Kepala MTsN 10 Tabalong H. Juhrani berharap pendataan yang dilakukan secara objektif ini dapat menjadi pijakan dalam perencanaan program yang lebih tepat sasaran. “Dengan data yang akurat, kami berharap kebijakan yang diambil ke depan benar-benar sesuai kebutuhan madrasah dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, sekaligus mendukung terwujudnya layanan pendidikan madrasah yang sehat dan berkualitas,” tuturnya.
Rep/Ft: Humas
