MTsN 10 Tabalong – Kepala Madrasah, Drs. H. Rahman Noor, menyampaikan tausyiah bertema “Takutlah Saat Hatimu Tidak Lagi Takut: Tanda-Tanda Hati yang Mati” di Mushalla Raudhatut Thalibin, Jumat (7/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan, dengan didampingi oleh Abd. Khair, S.Pd., selaku Pembina Keagamaan.
Dalam ceramahnya, Kamad menegaskan bahwa tanda hati yang mati adalah ketika seseorang tidak lagi takut kepada dosa dan tidak lagi tersentuh oleh nasihat agama. “Hati yang hidup adalah hati yang bergetar ketika mendengar nama Allah. Namun ketika cinta dunia telah menutupi hati, maka cahaya iman akan padam perlahan,” ujarnya.
Beliau juga mengutip pesan ulama Ibnul Qayyim rahimahullah tentang pentingnya menjaga cinta kepada Allah agar hati tidak tertimbun oleh kecintaan pada dunia. Menurutnya, manusia harus senantiasa memperbarui iman dengan dzikir, taubat, dan membaca Al-Qur’an.
Kegiatan berjalan khidmat dan penuh makna. Para siswa mendengarkan dengan saksama, merenungi pesan yang disampaikan Kamad. Salah satu siswi kelas VIII, Muhammad Raffi, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut, “Saya merasa tersentuh. Tausyiah ini membuat saya sadar bahwa hati bisa mati meskipun kita masih hidup. Saya ingin belajar menjaga hati agar tetap dekat dengan Allah,” ujarnya dengan haru.
Menutup tausyiahnya, Kamad berpesan agar seluruh warga madrasah menjaga kesucian hati melalui introspeksi diri dan memperbanyak amal shalih. “Mari kita hidupkan hati dengan dzikir, doa, dan taubat sebelum hati kita benar-benar membeku,” tuturnya.
Kegiatan tausyiah ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan rutin di MTsN 10 Tabalong, yang bertujuan menumbuhkan karakter religius, memperkuat spiritualitas, serta menanamkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.
Rep/Ft: Humas
