MAN 1 Tabalong - MAN 1 Tabalong melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama Bulan Ramadhan dengan nuansa keagamaan melalui tausiyah dan sesi tanya jawab bertema “Zakat, Infak, dan Sedekah: Membangun Empati Sosial Gen Z.”
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Seksi Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren (Kasi PK Pontren), Irfan Wahyuni, sebagai narasumber. Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan yang digelar di Masjid Miftahul Ulum, Selasa (24/2/26).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Adi Rakhmansyah, S.Pd., bersama Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Tabalong. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan karakter religius siswa selama bulan suci, sekaligus upaya menanamkan nilai kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Suasana masjid tampak tertib dan penuh perhatian saat para siswa menyimak materi yang disampaikan.
Dalam tausiyahnya, Irfan menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya kewajiban atau anjuran ibadah semata, tetapi juga instrumen penting dalam membangun solidaritas sosial. “Generasi Z adalah generasi yang hidup di era digital dengan akses informasi yang luas. Namun, empati sosial tetap harus menjadi fondasi utama. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita belajar merasakan kebutuhan orang lain, menumbuhkan kepedulian, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irfan menambahkan bahwa Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk membiasakan diri berbagi. “Ramadhan melatih kita menahan diri dan merasakan lapar serta dahaga. Dari situlah muncul kepekaan terhadap saudara-saudara kita yang kekurangan. Jika sejak madrasah siswa sudah dibiasakan memahami makna zakat, infak, dan sedekah secara komprehensif, maka ke depan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakamad Kurikulum, Adi Rakhmansyah, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, integrasi antara pembelajaran akademik dan penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi ciri khas pendidikan di madrasah. “KBM Ramadhan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pembentukan karakter. Kami ingin siswa MAN 1 Tabalong tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah harus tercermin dalam sikap sehari-hari,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, Adi berharap materi yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata para siswa. “Harapan kami, setelah mengikuti tausiyah ini, siswa semakin memahami pentingnya berbagi dan menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan diri. Semoga semangat empati sosial ini terus tumbuh, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga madrasah benar-benar melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (Rep/Ft:AisyaturRidha)
