Tabalong — Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, Irfan Wahyuni, S.Th.I, bersama tim melaksanakan Asesmen Nasional Literasi Dasar bagi peserta didik serta guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sejumlah sekolah yang ditetapkan sebagai contoh sekolah pelaksanaan asesmen tahun ini.
Kegiatan asesmen ini merupakan bagian dari program Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memetakan tingkat literasi keagamaan peserta didik dan guru sejak dini. Selain itu, asesmen juga bertujuan memperkuat pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama, sehingga lembaga pendidikan mampu mencetak generasi yang berpengetahuan, toleran, serta berakhlak mulia.
Menanggapi kegiatan ini, Irfan Wahyuni menyampaikan bahwa asesmen ini bukan sekadar pengukuran, tetapi juga langkah strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran PAI di daerah.
“Melalui asesmen ini, kami ingin melihat sejauh mana kemampuan literasi keagamaan peserta didik dan guru. Data yang kami peroleh sangat penting untuk merancang program pembinaan yang lebih efektif ke depan. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat upaya Kemenag dalam membangun pendidikan agama yang moderat dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Pelaksanaan asesmen dilakukan pada lima contoh sekolah, yaitu:
- SDIT An-Nahl Kecamatan Tanta
- SDN Pembataan 1
- SDN Pematang Kecamatan Banua Lawas
- SDN Taratau Kecamatan Jaro
- SDN Randu Kecamatan Muara Uya
Kegiatan berjalan dengan baik berkat dukungan para guru, tenaga pendidik, dan pihak sekolah, yang turut memastikan proses asesmen berlangsung lancar dan sesuai prosedur.
Hasil asesmen nantinya akan dianalisis secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan kebijakan pembinaan serta peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di wilayah Tabalong.
Di akhir kegiatan, Irfan Wahyuni menyampaikan harapannya agar asesmen ini dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI.
“Kami berharap hasil asesmen ini benar-benar menjadi pijakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik. Semoga ikhtiar ini mampu membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, serta mampu mengamalkan nilai-nilai keagamaan secara moderat dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.(Rep:Ela/Ft:Kontri)
