Loading...
CLOSE

Kamad : Tingkatkan Akuntabilitas, Madrasah Siap Wujudkan Transparansi Anggaran

MIN 4 Tabalong Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Tabalong berkomitmen untuk  mewujudkan tata kelola pendidikan yang bersih dan akuntabel dengan menerapkan transparansi anggaran secara terbuka. Seluruh perencanaan dan laporan penggunaan dana, baik yang bersumber dari pemerintah maupun partisipasi masyarakat dapat diakses semua pihak.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Tabalong H. Aliansyah, S.Pd.I menyampaikan bahwa keterbukaan ini menjadi bentuk komitmen madrasah dalam mengelola dana pendidikan dengan jujur, tepat sasaran, bermanfaat bagi seluruh peserta didik dan untuk pendidikan yang lebih baik.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk ke madrasah digunakan sesuai kebutuhan, terutama untuk peningkatan mutu pembelajaran dan fasilitas siswa. Ini juga merupakan komitmen madrasah sejak awal sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya saat memberikan keterangan, Kamis (1/10/25).

Ditambahkan Aliansyah transparansi tersebut selain melalui rapat resmi, laporan anggaran juga dipublikasikan dalam bentuk papan informasi yang ditempatkan di ruang terbuka madrasah agar dapat diakses oleh seluruh warga sekolah. Dengan demikian, orang tua siswa dan masyarakat dapat memantau langsung alokasi dana yang digunakan.

“Kami berkomitmen untuk memastikan pengelolaan anggaran sesuai aturan dan sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, madrasah juga menampilkan laporan realisasi anggaran melalui papan informasi di area madrasah. Dengan demikian, seluruh pihak yang berkepentingan dapat memantau langsung penggunaan dana secara rinci,” tambah Saidilah.

Langkah transparansi ini mendapat apresiasi dari komite madrasah maupun orang tua siswa. Mereka menilai keterbukaan anggaran tidak hanya menciptakan rasa percaya, tetapi juga memperkuat sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Praktik transparansi anggaran yang dilakukan madrasah diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi satuan pendidikan lainnya, sekaligus memperkuat budaya integritas di lingkungan madrasah. Dan perlu kami tegaskan juga praktik ini sudah kita lakukan sejak lama sebagai bentuk konsistensi kami dalam menjalankan pendidikan yang baik.

“Praktik ini sudah kita lakukan sejak lama, dan saat ini juga kebetulan untuk melengkapi  laporan modul dalam pelaksanaan Survei Penilaian Integritas Pendidikan (SPI-P) tahun 2025 yang telah kita susun bersama” pungkas kamad. (Rep/Ft: Amiin)