Loading...
CLOSE

Inovasi Literasi di MAN 3 Tabalong, Zona Nyaman Jadi Favorit Siswa Belajar

MAN 3 Tabalong – Inovasi Literasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tabalong menjadikan mading kelas sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan literasi dengan menciptakan Zona Nyaman Literasi di dalam kelas, Jumat (13/2/26).

Upaya menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah terus dilakukan melalui berbagai inovasi kreatif. Salah satu cara efektif yang diterapkan adalah dengan memperbanyak sumber bacaan di dalam kelas. Kelas XI C, yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Mading Kelas pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026, menghadirkan konsep perpustakaan mini yang dimodifikasi senyaman mungkin agar siswa betah membaca.

Ketua Kelas XI C, Muhammad Reza Firdaus, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari keinginan siswa untuk menciptakan suasana membaca yang santai dan menyenangkan. “Kelas kami terpikir bahwa cara ternyaman untuk menikmati bacaan adalah dengan bersantai. Konsepnya seperti memiliki perpustakaan mini di dalam kelas yang dimodifikasi seakan-akan berada di rumah, sehingga terasa lebih nyaman,” ujarnya.

Zona nyaman literasi tersebut dilengkapi dengan rak buku sederhana, koleksi bacaan edukatif, majalah dinding kreatif, kutipan motivasi, serta tempat duduk yang dibuat lebih fleksibel. Penataan ruang yang menarik dan penuh warna membuat suasana kelas menjadi lebih hidup serta mendorong siswa untuk lebih sering membaca di sela-sela waktu pembelajaran.

Wali Kelas XI C, Hj. Bahjatussaniah, S.Ag., mengaku bangga dan merasa beruntung memiliki siswa yang kreatif serta peduli terhadap budaya literasi. Menurutnya, inovasi ini memberikan dampak positif terhadap semangat belajar siswa.

“Anak-anak jadi serasa di rumah. Jika ada tugas di kelas, mereka juga bisa mengerjakan di zona nyaman literasi tersebut karena memang tidak semua anak suka belajar sambil duduk tegap di ruang kelas. Dengan suasana yang santai, mereka justru lebih fokus dan produktif,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan zona literasi ini membantu membangun kebiasaan membaca secara mandiri. Siswa tidak hanya membaca saat diminta guru, tetapi mulai tumbuh kesadaran untuk mencari referensi tambahan demi memperluas wawasan dan memperdalam materi pelajaran.

Ke depan, Zona Nyaman Literasi di kelas XI C akan menjadi salah satu sarana penunjang kegiatan belajar mengajar yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh guru yang mengajar di kelas tersebut. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kelas lainnya untuk menghadirkan ruang literasi yang kreatif dan fungsional.

Kepala Madrasah, Drs. H. Suberiani, M.Pd., memberikan apresiasi kepada wali kelas XI C yang telah membimbing dan memotivasi siswa dalam meningkatkan budaya literasi di kelas. Ia menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berdaya saing.

“Kegiatan literasi harus selalu ditingkatkan, khususnya bagi seluruh siswa MAN 3 Tabalong. Dengan budaya membaca yang kuat, siswa akan memiliki kemampuan berpikir kritis, memperluas pengetahuan, serta lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” ungkapnya.

Suberiani berharap inovasi Zona Nyaman Literasi ini tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, membangun budaya literasi bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia semata, melainkan seluruh warga madrasah.

Dengan adanya Zona Nyaman Literasi, siswa MAN 3 Tabalong tidak hanya memiliki tempat membaca, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, berdiskusi, dan mengembangkan ide-ide kreatif. Inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa semangat literasi dapat tumbuh dari ruang kelas, ketika ada kemauan dan kerja sama yang baik antara siswa dan guru.

(Rep: Awi/Ft: Aldi)