Loading...
CLOSE

Guru MIN 4 Tabalong Ikuti Bimtek Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 dan KBC

MIN 4 Tabalong – Dewan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Tabalong mengikuti kegiatan bimbingan teknis Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan tentang Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) 1503 Tahun 2025 dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Kamis (15/1/26).

Kegiatan dilaksanakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang khusus Kementerian Agama Tabalong selama tiga hari yaitu tanggal 13-15 Januari 2026bertempat di Gedung Pusat Informasi dan Gedung Sarabakawa Tanjung yang diikuti guru dan tenaga kependidikan semua jenjang dari RA, MI, MTs, dan MA se Tabalong.

Dibuka secara resmi oleh Ka. Kemenag Tabalong selaku dewan pembina PGRI Tabalong H. Sahidul Bakhri, S.Ag., MA. Dalam sambutannya menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan bentuk implementasi moderasi beragama dan toleransi beragama yang harus ditanamkan kepada peserta didik sejak usia dini dan menumbuhkan nilai-nilai cinta melalui dunia pendidikan, khususnya di madrasah.

“Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Kurikulum ini merupakan bentuk pembelajaran nilai cinta yang diajarkan kepada siswa sejak usia dini, sejalan dengan tujuan Menteri Agama dalam menghadirkan pendidikan yang humanis dan berkarakter,” jelas Ka. Kemenag.

Ia menambahkan KBC merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama menciptakan pendidikan yang bisa meciptakan generasi yang tidak hanya cerdas ilmu pengetahuan tapi juga Membentuk insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan mengedepankan cinta sebagai prinsip hidup.

Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pembentukan karakter melalui "Panca Cinta" (cinta Allah, ilmu, diri dan sesama, lingkungan, tanah air), sedangkan Pembelajaran Mendalam fokus pada pemahaman yang komprehensif dengan mengolah pikir, hati, rasa, dan raga secara terpadu. Keduanya merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, toleran, dan bermakna bagi siswa,” tambahnya.

Selanjutnya ia meminta seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya agar apa yang menjadi tujuan kegiatan dapat dipahami untuk kemudian pelaksanaan KBC bisa berjalan dengan baik di madrasah.

Pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta adalah pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan kecerdasan akademis dengan nilai-nilai karakter dan spiritualitas melalui aktivitas holistik, kami harap semua peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya, manfaatkan kesempatan yang ada ini agar apa yang disampaikan oleh nara sumber bisa kemudian dilaksanakan di madrasah,” tambahnya lagi.

Guru MIN 4 Tabalong Maslian Noor, S.Pd.I mengatakan sangat seang bisa mengikuti kegiatan yang menurutnya merupakan ksesmpatan bagi guru mengembangkan kompetensi tentang KBC.

“Senang bisa mengikuti kegiatan ini, apalagi kita tahu KBC ini merupakan kebijakan baru yaitu pembaruan pada kurikulum yang dilaksanakan di madrasah. Semoga nanti bisa diterapkan dengan baik di madrasah,” pungkasnya. (Rep: Amiin/Ft: Pahri)