Loading...
CLOSE

FKUB Tabalong Studi Tiru ke Lamongan Pelajari Nilai Toleransi Desa Pancasila Balun

Tanjung (Kemenag Tabalong) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tabalong bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong melaksanakan kegiatan studi tiru ke Kabupaten Lamongan.

Kegiatan studi tiru ini sepenuhnya dibiayai oleh Kesbangpol Kabupaten Tabalong. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini FKUB Tabalong juga mengajak perwakilan FKUB dari setiap kecamatan, masing-masing satu orang, sehingga total peserta mencapai 12 orang.

Ketua FKUB Kabupaten Tabalong, H. Akhmad Surkati, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, bertujuan untuk menimba pengetahuan, berbagi pengalaman, dan berupaya menerapkan nilai-nilai kerukunan yang ditemukan di Desa Balun.

“Alhamdulillah, tahun ini FKUB bersama Kesbangpol bisa melibatkan seluruh perwakilan FKUB kecamatan. Kegiatan yang kami laksanakan pada 7 hingga 8 Oktober ini menjadi momentum penting untuk belajar langsung dari Desa Balun, bagaimana mereka mampu menjaga kerukunan dan menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam keseharian,” ujarnya.

Menurutnya, alasan utama memilih FKUB Lamongan sebagai lokus studi tiru karena di wilayah tersebut terdapat Desa Balun, desa yang menjadi simbol toleransi dan keberagaman di Indonesia.

“Desa Balun ini luar biasa. Warganya dari berbagai agama hidup berdampingan, saling membantu ketika ada kegiatan besar keagamaan, bahkan bergotong royong membangun rumah ibadah bersama. Ini yang ingin kita pelajari dan teladani,” tambahnya.

H. Akhmad Surkati juga mengungkapkan bahwa di Kabupaten Tabalong sebenarnya sudah ada Desa Binaan Kerukunan di Desa Pengelak, Kecamatan Upau, yang memiliki pola kehidupan masyarakat mirip dengan Desa Balun. Namun, ia menilai penting untuk melihat langsung praktik toleransi di Lamongan yang memiliki populasi masyarakat jauh lebih besar.

“Memang kondisi sosial antara Tabalong dan Lamongan berbeda, tapi nilai-nilai toleransi itu universal. Konflik bisa saja terjadi di kota besar maupun kecil. Justru karena itu, kita perlu belajar bagaimana Desa Balun menjaga harmoni di tengah perbedaan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tabalong, Arbuansyah, menjelaskan bahwa tujuan utama kedatangan mereka adalah untuk mempelajari model kerukunan yang telah terwujud di Lamongan.

“Kami mendengar bahwa di Lamongan ada Desa Pancasila. Kebetulan di tempat kami belum ada, sehingga kami berencana untuk membentuk Desa Pancasila di Tabalong,” ujar Arbuansyah.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam membangun semangat kebersamaan dan toleransi di Kabupaten Tabalong, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan FKUB dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Selain mengagumi kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, peserta juga menelusuri sejarah Desa Balun. Diketahui, masyarakat setempat memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat sejak lama, yang menjadi fondasi utama kerukunan antarumat beragama di desa tersebut.

Di akhir kegiatan, H. Akhmad Surkati menyampaikan rasa syukur dan kekagumannya atas kunjungan tersebut.

“Kami sangat bersyukur bisa belajar langsung ke Desa Balun. Melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup di sana menjadi pelajaran berharga bagi kami. Di saat banyak orang mulai melupakan ideologi bangsa, Desa Balun justru menjadikannya sebagai falsafah hidup dan pemersatu warganya,” pungkasnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari dan menggali langsung nilai-nilai toleransi serta praktik kehidupan harmonis yang telah terwujud di Desa Balun, desa yang dikenal sebagai “Desa Pancasila” karena menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, FKUB Tabalong bersama Kesbangpol berkomitmen untuk mengimplementasikan semangat toleransi, gotong royong, dan nilai-nilai Pancasila yang dipelajari di Desa Balun dalam kehidupan masyarakat Tabalong, khususnya di desa-desa binaan kerukunan. (Rep:Aya/Ft:Kontri)