Tanjung (KUA Tanjung) - Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tanjung, Hj.Fajriatan Noor, S.Ag melaksanakan kegiatan pembinaan remaja di Desa Banyu Tajun, Selasa (08/07/25).
Kegiatan ini dihadiri oleh para remaja yang tergabung didalam posyandu remaja kasuari yang dibina langsung oleh puskesmas Tanjung dan difasilitasi oleh pemerintahan Desa Banyu Tajun.
Dalam kegiatan tersebut, Hj. Fajriatan menyampaikan tentang pentingnya kesehatan para remaja yang baru mengalami masa masa baligh. Beliau menyampaikan secara agama masa remaja ditandai dengan keluarnya darah haid bagi perempuan .
Menurutnya, hal itu penting mengetahui tentang bagaimana menjaga kesehatan yang baik saat remaja dan menjaga pergaulan untuk menghindari terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.
Lebih jauh beliau juga menyampaikan tentang UU Perkawinan di bawah batas minimal seseorang bisa menikah adalah ketika sudah sampai usia 19 tahun baik laki laki ataupun perempuan.
“Oleh karena itu remaja yang tergabung didalam posyandu ini diberikan pemahaman untuk bisa mencegah terjadinya pernikahan dibawah umur atau cegah kawin anak,” tuturnya.
Beliau juga menambahkan Tabalong saat ini tengah bersiap untuk menjadi Kabupaten Layak Anak. “Maka sudah sepantasnya anak-anak dan remaja kita bekali ilmu pengetahuan yang cukup agar kedepannya tidak terjadi lagi hal hal yang tidak diinginkan seperti kekerasan terhadap anak,” tututrnya.
Kegiatan ini dihadiri sebanyak 50 orang remaja dan anak anak yang tergabung dalam Posyandu Kasuari Desa Banyu Tajun beserta kader posyandu dan juga kordinatornya yang berasal dari aparat desa.
Senada dengan hal tersebut Kepala Desa Banyu Tajun Faturrahman menyampaikan sambutannya bahwa dengan ikon kabupaten layak anak nantinya. “Kita harus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk anak-anak dan remaja salah satunya melalui kegiatan seperti ini,” ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Penyuluh Agama Islam yang bersedia memberikan pembinaan dan berharap ini adalah kegiatan yang berkesinambungan.
Dengan kolaborasi yang baik antara Puskesmas, Kementerian Agama serta pemerintah maka tujuan yang diharapkan bisa dicapai dengan maksimal.
Penulis : Hj. Fajriatan
Editor : Hasbi
