MTsN 4 Tabalong – Guna meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan serta menanamkan sikap saling menghargai antar sesama, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Tabalong menggelar sosialisasi anti-bullying dan kekerasan pada Selasa, (23/9/25), di gedung Sarabakawa Tanjung.
Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, Pengawas Pembina Kantor Kementerian Agama kabupaten Tabalong, CSR PT. Adaro Indonesia dan diikuti seluruh siswa dan tenaga pendidik MTsN 4 Tabalong dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan serta menanamkan sikap saling menghargai antar sesama. Program sosialisasi ini sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam mewujudkan madrasah yang ramah anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong H. Sahidul Bakhri, S. Ag, MA dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif MTsN 4 Tabalong yang peduli terhadap perlindungan anak di lingkungan pendidikan. “Perundungan dan kekerasan harus kita cegah bersama, madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa,” tegasnya.
Kepala MTsN 4 Tabalong M. Yusuf, S. Pd. I, M. Pd dalam sambutannya juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. “Kami berharap seluruh siswa dapat memahami pentingnya menghormati teman, menjauhi kekerasan, serta berani melapor jika terjadi kasus perundungan,” ujarnya.
Lebih lanjut Yusuf menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini tidak hanya menjadi seremonial, melainkan benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami ingin siswa MTsN 4 Tabalong tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, saling menghargai, serta mampu menciptakan suasana madrasah yang damai dan harmonis,” harapnya.
Sementara Ketua panitia pelaksana Sarkiah, S. Pd juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar berkat dukungan semua pihak. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa agar tidak ada lagi kasus perundungan maupun kekerasan di lingkungan madrasah,” ungkapnya.
Salah satu siswa Nabila Yasmin kelas IXH yang mengikuti sosialisasi mengaku mendapat banyak ilmu dari kegiatan tersebut. “Saya jadi lebih paham bahwa bullying itu bisa melukai perasaan teman dan merugikan orang lain. Setelah sosialisasi ini, saya bertekad untuk lebih menghargai teman dan tidak membiarkan ada yang dibully,” ucapnya.
Pada saat kegiatan sosialisasi, seluruh siswa menerima materi dari DP3AP2KB beberapa hal penting yaitu pengertian bullying beserta bentuk-bentuknya, baik fisik, verbal, maupun non-verbal (cyberbullying) dampak negatif bullying bagi korban, pelaku, maupun lingkungan madrasah, seperti menurunnya prestasi, gangguan mental, hingga rusaknya hubungan sosial serta pencegahan bullying. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan kegiatan diskusi, menyampaikan pertanyaan, hingga berbagi pengalaman seputar pergaulan dan pentingnya menjaga persaudaraan di madrasah. (Rep:Dyah/Ft:Yadi)
