Loading...
CLOSE

Bangun Mental dan Iman di Bulan Suci, MIN 8 Tabalong Gelar Kultum Inspiratif

 

MIN 8 Tabalong – Dalam rangka mengisi kegiatan pembelajaran selama bulan suci Ramadhan 1447 H, MIN 8 Tabalong melaksanakan kegiatan kultum yang bertempat di Masjid Al-Hurriyah Desa Ampukung, Kecamatan Kelua. Selasa, (24/02/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan karakter religius peserta didik yang terintegrasi dalam rangkaian pembelajaran Ramadhan, sekaligus upaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dan aplikatif di tengah masyarakat.

Kultum yang berlangsung dengan khidmat tersebut diikuti oleh siswa dan dewan guru. Pada kesempatan kali ini, Hj. Norasiah, S.Pd.I dipercaya menyampaikan tausiyah dengan tema Melatih Kejujuran Melalui Ibadah Puasa. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan sarana pendidikan karakter yang sangat efektif dalam membentuk pribadi yang jujur dan bertanggung jawab.

“Ibadah puasa adalah sekolah kejujuran yang paling nyata bagi umat Muslim. Tidak ada orang lain yang benar-benar tahu apakah kita sedang berpuasa atau tidak saat kita sedang sendirian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nilai kejujuran dalam puasa lahir dari kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap hamba-Nya. Oleh karena itu, puasa melatih integritas diri, membangun pengendalian diri, serta membiasakan sikap amanah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Norasiah juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari Upaya meraih derajat takwa. 


 “Tujuan utama dari kewajiban berpuasa adalah mencapai derajat takwa, sebuah standar moral tertinggi dalam Islam. Takwa dalam konteks puasa berarti kemampuan untuk memelihara dan melindungi diri dari hal-hal yang merusak,” jelasnya.

Dalam tausiyahnya, ia juga mengajak seluruh peserta untuk melakukan persiapan mental dan sikap dalam menyambut serta menjalani Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum peningkatan kualitas iman dan akhlak.

“Menyambut Ramadhan bukan sekadar soal mengikuti tren suasana bulan puasa, melainkan tentang bagaimana kesiapan mental kita dalam menjalaninya. Ada yang menganggapnya sebagai rutinitas biasa, ada yang merasa terbebani, dan ada pula yang menyambutnya dengan penuh antusias karena dorongan iman serta ilmu,” pungkasnya.

Melalui kegiatan kultum Ramadhan ini, diharapkan peserta didik MIN 8 Tabalong semakin memahami esensi ibadah puasa sebagai sarana pembentukan karakter, meningkatkan kejujuran, menjaga lisan dan perilaku, serta mampu menginternalisasikan nilai-nilai takwa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen madrasah dalam mendukung penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan di lingkungan madrasah dan masyarakat. (Rep:Hilmi/Ft:Achirutdin).