MTsN 7 Tabalong – Menjelang berakhirnya tahun ajaran, MTsN 7 Tabalong mulai tancap gas mempersiapkan para siswanya. Hari ini, sebanyak 106 siswa kelas 9 mengikuti Uji Coba Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai langkah awal menghadapi seleksi masuk jenjang pendidikan lanjutan maupun evaluasi akhir madrasah, Kamis (12/02/26).
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang-ruang kelas madrasah ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai format soal dan tingkat kesulitan ujian yang akan dihadapi siswa dalam waktu dekat.
Adapun uji coba ini dilaksanakan guna untuk menciptakan kondisi riil ruang ujian agar siswa terbiasa dengan tekanan waktu dan aturan disiplin dan juga mengidentifikasi mata pelajaran yang masih menjadi kelemahan kolektif siswa untuk kemudian dilakukan pendalaman materi (pengayaan) serta melatih siswa dalam strategi menjawab soal pilihan ganda maupun model soal literasi dan numerasi yang lebih kompleks.
Pelaksanaan uji coba Tes Kompetensi Akademik (TKA) di MTsN 7 Tabalong tidak hanya menjadi ajang uji kemampuan bagi siswa, tetapi juga ujian kesiapan bagi tim teknis. Proktor Utama MTsN 7 Tabalong memberikan tanggapan positif terkait jalannya simulasi yang berlangsung hari ini.
Menurut tim Proktor, M. Iqbal, untuk uji coba TKA kali ini para siswa menggunakan media handphone untuk menjawab soal-soal TKA.
Meski berjalan lancar, Proktor tetap mencatat beberapa poin evaluasi untuk diperbaiki sebelum ujian utama dilaksanakan, ada beberapa HP yang membutuhkan waktu loading lebih lama, yang akan segera dilakukan optimasi ulang (maintenance).
“Tugas kami sebagai proktor adalah memastikan pintu ujian terbuka lebar tanpa hambatan teknis. Dari hasil uji coba ini, kami optimis pada hari pelaksanaan nanti semuanya akan berjalan mulus,” jelas Proktor MTsN 7 Tabalong.
Ditemui ditempat terpisah Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Tabalong, Hidayat, S.Ag., M.M memberikan tanggapan resmi yang penuh optimisme namun tetap menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan.
Kamad menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan proktor yang telah bekerja keras menyiapkan sarana prasarana digital sehingga uji coba berjalan tanpa kendala berarti. Beliau menekankan bahwa tujuan utama uji coba ini adalah untuk melihat kejujuran dan kemandirian siswa dalam menjawab soal.
Kamad juga berpesan dan memberikan motivasi singkat agar para peserta didik tidak merasa terbebani, namun tetap serius dalam mengikuti TKA.
“Uji coba ini adalah cermin bagi siswa, karena dari sinilah kita tahu bagian mana yang perlu kita perbaiki bersama,” pungkasnya.(Rep:Rz/Ft:Ds)
